Minggu, 05 Juli 2026

Apakah Dopamine juga berperan dalam aktivitas otak manusia?

 Ya, tentu saja. Jika GABA dan serotonin adalah "tim penenang" otak, maka dopamin adalah "motor penggerak" utama dalam aktivitas otak manusia.

​Dalam ilmu kedokteran dan neurosains, dopamin diklasifikasikan sebagai neurotransmiter eksitatori (pemicu) dan neuromodulator yang mengatur motivasi, gerakan fisik, hingga fungsi berpikir tingkat tinggi.

​Berikut adalah peran krusial dopamin dalam aktivitas otak manusia serta hubungannya dengan GABA dan serotonin:

​1. Fungsi Utama Dopamin di Otak

​A. Sistem Penghargaan dan Motivasi (Reward System)

​Dopamin adalah zat kimia di balik rasa puas, pencapaian, dan kesenangan. Ketika Anda berhasil menyelesaikan tugas, makan makanan lezat, atau mencapai target, sirkuit dopamin di area otak bernama Nucleus Accumbens dan Ventral Tegmental Area (VTA) akan aktif.

Penting untuk Diketahui: Dopamin sebenarnya bukan sekadar zat "kesenangan", melainkan zat "antisipasi kesenangan". Dopamin mendorong motivasi dan fokus Anda untuk mengejar atau mengulangi suatu perilaku yang menguntungkan.

​B. Kontrol Motorik (Gerakan Fisik)

​Dopamin sangat penting untuk memulai dan mengatur kehalusan gerakan otot tubuh melaui jalur Nigrostriatal di otak.

  • Kasus Klinis: Pada Penyakit Parkinson, terjadi kematian sel-sel saraf penghasil dopamin di area substantia nigra. Akibatnya, pasien mengalami gejala motorik yang khas seperti tremor (gemetar), kekakuan otot, dan kesulitan memulai gerakan.

​C. Fungsi Kognitif dan Fokus (Executive Function)

​Di area korteks prefrontal (otak bagian depan), dopamin bertanggung jawab atas kemampuan konsentrasi, memori jangka pendek (working memory), perencanaan jangka panjang, dan pengambilan keputusan. Kurangnya regulasi dopamin di area ini sering kali dikaitkan dengan kondisi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

​2. Bagaimana Dopamin Bekerja Bersama GABA dan Serotonin?

​Untuk menciptakan aktivitas otak yang sehat dan emosi yang stabil, ketiga neurotransmiter ini harus bekerja dalam satu harmoni (keseimbangan):

  • Dopamin vs. GABA (Gas vs. Rem Gerakan): Di dalam Basal Ganglia (pusat pengatur gerakan di otak), dopamin bertindak memicu gerakan, sedangkan GABA bertindak menghambat gerakan yang tidak perlu. Kerja sama ini membuat Anda bisa menulis, berjalan, atau mengetik dengan mulus tanpa gemetar.
  • Dopamin vs. Serotonin (Pengejaran vs. Kepuasan): Dopamin membuat Anda merasa bersemangat untuk mengejar sesuatu (misalnya memikirkan betapa enaknya makan piza), sementara Serotonin dilepaskan saat Anda merasa puas dan tenang dengan apa yang sudah Anda miliki (rasa kenyang dan bahagia setelah makan piza tersebut).

​3.Dampak Ketidakseimbangan Dopamin

​Sama seperti GABA dan serotonin, kadar dopamin yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memicu masalah medis yang serius:

  • Kadar Terlalu Rendah: Kehilangan motivasi berat (anhedonia), depresi dengan gejala lesu, sulit fokus, tremor, dan kelelahan kronis.
  • Kadar Terlalu Tinggi: Dapat memicu hiperaktivitas, mania (fase terlalu bersemangat yang tidak wajar), perilaku impulsif (seperti kecanduan judi atau belanja), hingga gejala psikosis/halusinasi seperti pada penyakit Skizofrenia (di mana obat penawarnya bekerja dengan memblokir reseptor dopamin berlebih).

Kamis, 02 Juli 2026

Cara alami untuk meningkatkan fungsi GABA di otak

 Meningkatkan fungsi atau kadar GABA secara alami berfokus pada dua hal utama: menyediakan nutrisi bahan baku agar otak bisa memproduksi GABA sendiri, serta melakukan aktivitas yang merangsang pelepasan senyawa ini.

​Karena GABA komersial dalam bentuk suplemen minum memiliki efektivitas yang masih diperdebatkan (karena sulit menembus blood-brain barrier atau sawar darah otak), metode alami lewat pola makan dan gaya hidup justru menjadi cara yang sangat efektif.

​1. Pola Makan dan Nutrisi

​Otak membutuhkan bahan baku spesifik untuk memproduksi GABA, terutama asam amino glutamat, vitamin B6, dan beberapa mineral pendukung.

​Makanan Kaya Glutamat (Bahan Baku Utama)

​GABA disintesis langsung dari asam glutamat. Anda bisa mendapatkan asam amino ini dari makanan alami (bukan MSG sintetik) seperti:

  • Makanan Fermentasi: Kimchi, miso, kefir, tempe, dan yoghurt. Bakteri baik seperti Lactobacillus dalam makanan ini juga diketahui dapat memengaruhi komunikasi usus-otak (gut-brain axis) untuk meningkatkan GABA.
  • Sayuran: Brokoli, bayam, dan tomat.
  • Protein Berkualitas: Telur, daging ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

​Kofaktor dan Nutrisi Pendukung

  • Vitamin B6 (Piridoksal Fosfat): Ini adalah kofaktor wajib bagi enzim Glutamic Acid Decarboxylase (GAD) untuk mengubah glutamat menjadi GABA. Tanpa B6, konversi ini akan macet. Anda bisa mendapatkannya dari pisang, kentang, buncis, dan ikan salmon.
  • Magnesium: Mineral ini bertindak sebagai agonis ringan bagi reseptor GABA. Artinya, magnesium membantu "membuka" reseptor GABA di otak agar bekerja lebih sensitif. Sumber terbaiknya adalah cokelat hitam (dark chocolate), biji labu, dan almond.
  • L-Theanine: Asam amino yang banyak ditemukan pada teh hijau. L-Theanine terbukti secara klinis dapat menembus sawar darah otak dan meningkatkan kadar GABA serta gelombang alfa di otak, yang memicu efek relaksasi tanpa rasa kantuk yang berat.

​2. Aktivitas Fisik (Olahraga)

​Olahraga tidak hanya membakar kalori, tetapi juga mengubah kimia otak. Olahraga berat maupun ringan memiliki dampak positif yang berbeda pada GABA.

​Olahraga Intensitas Sedang-Tinggi (Kardio/Vigorous Exercise)

​Studi neurosains menunjukkan bahwa olahraga kardio seperti berlari, bersepeda, atau berenang dapat meningkatkan kadar GABA dan glutamat di area otak yang mengatur visual dan aktivitas motorik. Efek ini membantu mencegah "kelelahan mental" dan memperbaiki suasana hati pasca-olahraga (runner's high).

​Olahraga Pikiran dan Tubuh (Mind-Body Exercise)

​Jika tujuannya adalah meredakan kecemasan dengan cepat, olahraga jenis ini adalah yang terbaik:

  • Yoga: Sebuah penelitian terkenal dari Boston University School of Medicine menemukan bahwa melakukan yoga selama 60 menit (3 kali seminggu) dapat meningkatkan kadar GABA di otak hingga 27%. Kombinasi gerakan fisik, pengaturan napas, dan meditasi adalah pemicu kuat pelepasan GABA.
  • Tai Chi dan Qigong: Gerakan lambat dan terfokus ini menurunkan hormon stres kortisol, yang secara tidak langsung memberikan ruang bagi GABA untuk mendominasi sistem saraf pusat.

​3. Gaya Hidup dan Teknik Relaksasi

​Selain makanan dan olahraga, beberapa kebiasaan berikut dapat secara instan merangsang aktivitas saraf inhibitori (penghambat):

  • Meditasi dan Mindfulness: Praktik meditasi mengaktifkan korteks prefrontal otak yang membantu meningkatkan regulasi emosi melalui stimulasi jalur GABA.
  • Latihan Napas Dalam (Deep Breathing): Mengambil napas dalam-dalam dengan ritme lambat (misalnya teknik 4-7-8) mengaktifkan saraf vagus (vagus nerve). Saraf vagus yang aktif akan mengirimkan sinyal ke otak untuk segera melepaskan GABA guna menurunkan detak jantung dan tekanan darah.
  • Membatasi Kafein dan Alkohol:
    • Kafein adalah antagonis reseptor GABA (menghambat kerja GABA), itulah mengapa kafein membuat kita terjaga dan kadang memicu cemas.
    • Alkohol meniru kerja GABA (membuat rileks sesaat), namun konsumsi jangka panjang justru merusak reseptor GABA alami tubuh, menyebabkan kecemasan parah saat efek alkohol hilang (hangover anxiety).
  • Kesimpulan Klinis: Cara alami terbaik untuk menjaga kesehatan sistem saraf Anda adalah dengan mengonsumsi makanan padat nutrisi (terutama yang mengandung B6 dan Magnesium), membatasi kafein, serta rutin menyelipkan sesi latihan napas atau yoga di sela-sela kesibukan Anda.


    Sumber : 

      • Streeter, C. C., Whitfield, T. H., Owen, L., Rein, T., Karri, S. K., Yakhkind, A., ... & Jensen, J. E. (2010). Effects of Yoga Versus Walking on Mood, Anxiety, and Brain GABA Levels: A Randomized Controlled MRS Study. The Journal of Alternative and Complementary Medicine, 16(11), 1145-1152. (Studi monumental yang menemukan peningkatan kadar GABA hingga 27% setelah latihan yoga).

      • Maddock, R. J., Casazza, G. A., Fernandez, D. H., & Maddock, M. I. (2016). Acute Modulation of Brain \gamma-Aminobutyric Acid and Glutamate Levels by Vigorous Exercise. Journal of Neuroscience, 36(9), 2449-2457. (Menjelaskan bagaimana olahraga intensitas tinggi meningkatkan GABA dan Glutamat di otak).
      • Bravo, J. A., Forsythe, P., Chew, M. V., Escaravage, E., Savignac, H. M., Dinan, T. G., ... & Cryan, J. F. (2011). Ingestion of Lactobacillus strain regulates emotional behavior and central GABA receptor expression in a mouse via the vagus nerve. Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), 108(38), 16050-16055. (Menjelaskan peran bakteri usus terhadap ekspresi reseptor GABA melalui saraf vagus).
      • Held, K., Antonijevic, I. A., Künzel, H., Uhr, M., Wetter, T. C., Golly, I. C., ... & Steiger, A. (2002). Oral Mg2+ supplementation reverses age-related neuroendocrine and sleep EEG changes in humans. Pharmacopsychiatry, 35(04), 135-143. (Menunjukkan efek magnesium sebagai agonis reseptor GABA dalam memperbaiki kualitas tidur).

GABA; unsur penting untuk menjaga kesehatan otak

 GABA atau singkatan dari Gamma-Aminobutyric Acid (Asam Gamma-Aminobutirat) adalah neurotransmiter inhibitori (penghambat) utama di dalam sistem saraf pusat manusia, khususnya di otak dan medula spinalis.

​Jika otak kita diibaratkan seperti mobil, jika glutamat adalah pedal gas yang memicu aktivitas sel saraf, maka GABA adalah pedal rem yang menjaga agar aktivitas otak tidak berlebihan dan tetap seimbang.

​Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai GABA dari perspektif ilmu kedokteran:

​1. Biosintesis dan Metabolisme

​GABA diproduksi langsung di dalam otak karena senyawa ini tidak dapat menembus blood-brain barrier (sawah darah otak) jika dikonsumsi dari luar.

  • Bahan Baku: Dibuat dari asam glutamat (sejenis asam amino eksitatori).
  • Enzim Utama: Proses perubahan ini dikatalisis oleh enzim GAD (Glutamic Acid Decarboxylase) dengan bantuan Vitamin B6 (piridoksal fosfat) sebagai kofaktornya.
  • Degradasi: Setelah menjalankan fungsinya, GABA akan dipecah oleh enzim GABA transaminase (GABA-T) menjadi suksinat semialdehid untuk siklus energi sel.

​2. Mekanisme Kerja Reseptor GABA

​GABA bekerja dengan cara menempel pada reseptor spesifik di permukaan sel saraf pascasinaps. Secara medis, reseptor ini dibagi menjadi dua jenis utama:

Reseptor {GABA}_A (Iotropik)

  • Cara Kerja: Reseptor ini merupakan sebuah saluran ion (ion channel). Ketika GABA menempel, saluran ini membuka dan membiarkan ion Klorida {Cl}^-) yang bermuatan negatif masuk ke dalam sel saraf.
  • Dampak: Masuknya muatan negatif menyebabkan sel saraf mengalami hiperpolarisasi. Kondisi ini membuat sel saraf menjadi sangat sulit untuk terpicu atau meneruskan sinyal listrik (efek penenang instan).

​Reseptor {GABA}_B (Metabotropik)

  • Cara Kerja: Reseptor ini bekerja lebih lambat karena terhubung dengan G-protein.
  • Dampak: Aktivitasnya menyebabkan pembukaan saluran Kalium {K}^+) keluar sel atau menghambat masuknya Kalsium {Ca}^{2+}), yang ujung-ujungnya juga menurunkan kemampuan sel saraf untuk menembakkan sinyal.


Struktur reseptor GABA-A pada membran sel saraf.

​3. Fungsi Klinis GABA dalam Tubuh

​Dalam kondisi sehat, kadar GABA yang seimbang sangat krusial untuk mengatur beberapa fungsi tubuh berikut:

  • Mengurangi Kecemasan: Menekan sirkuit otak yang memicu rasa takut dan panik (seperti di area amigdala).
  • Kualitas Tidur: Membantu menurunkan kesadaran otak secara bertahap agar tubuh bisa memasuki fase tidur lelap.
  • Kontrol Motorik: Menghambat sinyal gerakan yang tidak diperlukan, sehingga otot bergerak dengan halus dan tidak tremor/kejang.

​4. Relevansi Klinis dan Farmakologi (Dunia Obat)

​Karena efeknya yang menenangkan, banyak obat-obatan medis modern dirancang untuk memanipulasi atau meningkatkan aktivitas GABA:

5. Dampak Ketidakseimbangan GABA

​Jika produksi GABA terganggu atau reseptornya tidak sensitif, keseimbangan neurokimia otak akan bergeser ke arah eksitasi berlebih (overaktif), yang memicu beberapa penyakit seperti:

  • Anxiety Disorder & Panic Attack: Otak kehilangan kemampuan untuk "mengerem" pikiran yang cemas.
  • Epilepsi (Kejang): Sel-sel saraf menembakkan sinyal listrik secara serentak tanpa kendali karena tidak ada hambatan dari GABA.
  • Insomnia Kronis: Kesulitan masuk ke fase tidur karena otak tetap berada dalam mode siaga penuh.
  • Penyakit Huntington: Gangguan saraf genetik yang salah satu tandanya adalah kerusakan sel saraf penghasil GABA di otak, menyebabkan gerakan tubuh tidak terkendali (chorea).
Sumber: 

    • Brunton, L. L., Hilal-Dandan, R., & Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman's: The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th Edition). McGraw-Hill Education. (Menjelaskan secara mendalam tentang farmakologi reseptor {GABA}_A dan {GABA}_B, serta mekanisme kerja Benzodiazepine/Barbiturat).

    • ​Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th Edition). Elsevier. (Mengulas tentang neurotransmiter inhibitori, potensial aksi, dan hiperpolarisasi ion Klorida).


Selasa, 21 April 2026

Makanan yang baik untuk dikonsumsi pada malam hari

 

Makanan 

Makan malam yang pas bisa bikin tidur lebih nyenyak dan nggak bangun dengan perut begah. Kuncinya: rendah gula, cukup protein, ada serat, dan porsi nggak berlebihan. 

Berikut adalah makanan yang bagus buat malam hari:

1. Protein ringan + triptofan 

Ini bantu produksi melatonin & serotonin biar gampang ngantuk

Ikan: salmon, tuna, kembung – ada omega-3 + triptofan

Ayam/dada kalkun tanpa kulit, dipanggang/rebus

Telur rebus 1-2 butir

Tahu/tempe bacem kukus – versi plant-based yang nggak bikin kembung

2. Karbohidrat kompleks porsi kecil

Bikin kenyang lebih lama dan nggak bikin gula darah loncat

Oatmeal polos pakai susu hangat + pisang

Ubi rebus atau singkong rebus 1 potong sedang

Nasi merah/cokelat setengah centong + sayur

Roti gandum utuh 1 lembar dengan selai kacang tanpa gula

3. Sayur & buah yang menenangkan

Bayam, brokoli, sawi – tinggi magnesium, bantu rilekskan otot

Pisang – ada kalium + triptofan + magnesium, combo buat tidur

Kiwi – riset nunjukin makan 2 kiwi 1 jam sebelum tidur bikin tidur lebih lelap

Ceri/ cherry – sumber melatonin alami

Alpukat – lemak baik + magnesium

4. Camilan ringan kalau lapar sebelum tidur

Yogurt plain/greek yogurt + madu sedikit

Kacang almond/kenari segenggam kecil – magnesium + melatonin

Susu hangat – klasik, kalsiumnya bantu otak pakai triptofan

Teh chamomile atau jahe hangat tanpa gula


Yang perlu diperhatikan 2-3 jam sebelum tidur :

Tips porsi & waktu

Waktu ideal: 2-3 jam sebelum tidur. Kasih jeda biar makanan turun dulu.

Porsi: Sekitar 200-400 kalori kalau cuma ganjel lapar. Kalau makan malam utama, cukup 1/4 piring karbo + 1/4 protein + 1/2 sayur.

Aturan 3 jam: Stop makan besar 3 jam, stop ngemil 1 jam sebelum tidur.

Kamis, 21 Agustus 2025

Jangan anggap remeh Inkontinensia Urine

 Inkontinensia urine, atau sering disebut beser, adalah kondisi hilangnya kontrol kandung kemih yang menyebabkan kebocoran urine secara tidak sengaja. Ini bisa berkisar dari kebocoran kecil saat batuk atau bersin hingga keinginan buang air kecil yang kuat dan tiba-tiba sehingga tidak sempat ke toilet.

Berikut adalah penjelasan mengenai Penyebab Inkontinensia Urine;

Penyebab inkontinensia urine dapat bervariasi tergantung jenisnya:

Inkontinensia Stres: Kebocoran urine terjadi saat ada tekanan pada kandung kemih, seperti saat batuk, bersin, tertawa, berolahraga, atau mengangkat beban berat. Ini disebabkan oleh melemahnya otot dasar panggul yang menopang kandung kemih dan uretra. Faktor pemicunya meliputi: 

o Kehamilan dan Persalinan: Peregangan otot dasar panggul selama kehamilan dan persalinan pervaginam dapat melemahkannya.

o Kegemukan/Obesitas: Berat badan berlebih meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot di sekitarnya.

o Usia: Seiring bertambahnya usia, otot-otot kandung kemih dan uretra kehilangan kekuatan dan elastisitasnya.

o Menopause: Perubahan hormonal selama menopause dapat melemahkan otot dasar panggul.

o Riwayat operasi panggul.

Inkontinensia Urgensi (Overactive Bladder): Ditandai dengan dorongan kuat dan tiba-tiba untuk buang air kecil yang sulit ditahan, sering kali menyebabkan kebocoran sebelum mencapai toilet. Ini terjadi karena kontraksi otot kandung kemih yang berlebihan atau tidak terkontrol. Penyebabnya bisa meliputi: 

o Infeksi Saluran Kemih (ISK).

o Konsumsi kafein, alkohol, minuman bersoda, atau pemanis buatan berlebihan.

o Sembelit.

o Gangguan saraf: Seperti stroke, multiple sclerosis, atau cedera saraf tulang belakang yang memengaruhi kontrol kandung kemih.

o Diabetes: Dapat memengaruhi fungsi saraf dan produksi urine.

Inkontinensia Luapan (Overflow Incontinence): Kebocoran urine terjadi secara sering atau konstan karena kandung kemih tidak kosong sepenuhnya. Ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pada saluran kemih atau kelemahan otot kandung kemih sehingga tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat. Contoh penyebabnya adalah: 

o Pembesaran prostat pada pria.

o Sumbatan uretra.

o Kerusakan saraf.

Inkontinensia Fungsional: Disebabkan oleh masalah fisik atau mental yang mencegah seseorang mencapai toilet tepat waktu, meskipun sistem kemih berfungsi normal. Misalnya, penderita radang sendi parah yang sulit membuka kancing celana dengan cepat.

Inkontinensia Campuran: Gabungan dari dua jenis inkontinensia, paling sering kombinasi inkontinensia stres dan urgensi.

Pencegahan Inkontinensia Urine

Meskipun tidak semua kasus inkontinensia urine dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko atau gejalanya:

Menjaga Berat Badan Sehat: Mengurangi berat badan jika obesitas dapat mengurangi tekanan pada kandung kemih dan otot panggul.

Melakukan Latihan Otot Dasar Panggul (Senam Kegel): Latihan ini memperkuat otot-otot yang mengontrol aliran urine, sehingga membantu menahan kebocoran saat batuk, tertawa, atau bersin.

Mengubah Kebiasaan Minum: 

o Batasi atau hindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih seperti kafein (kopi, teh), alkohol, minuman bersoda, dan pemanis buatan.

o Minum cairan secukupnya sepanjang hari dan hindari minum terlalu banyak sebelum tidur.

Mengonsumsi Makanan Berserat Tinggi: Mencegah sembelit, yang dapat memperburuk inkontinensia.

Tidak Merokok: Bahan kimia dalam rokok dapat merusak kandung kemih dan meningkatkan risiko.

Mengelola Penyakit Kronis: Mengontrol kondisi seperti diabetes dapat membantu mengurangi risiko.

Tidak Menunda Buang Air Kecil: Biasakan buang air kecil secara teratur dan jangan menahannya terlalu lama. Latihan kandung kemih (bladder training) juga dapat membantu memperpanjang interval buang air kecil.

Konsultasi dengan Dokter: Jika inkontinensia sering terjadi dan memengaruhi kualitas hidup, konsultasikan dengan dokter, terutama spesialis urologi atau obgyn, untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

 


Sumber:

Ikatan Ahli Urologi Indonesia. (2016). Panduan Tata Laksana Inkontinensia Urine pada Dewasa.

Ikatan Ahli Urologi Indonesia. (2021). Panduan Tata Laksana Inkontinensia Urine pada Anak.

ResearchGate. (PDF) Inkontinensia Urin pada Lansia Perempuan. (Tinjauan pustaka mengenai inkontinensia urine pada lansia perempuan).

Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat. (2022). Pengaruh Bladder Training Terhadap Inkontinensia Urin pada Pasien Post Operasi: Literature Review.

Ejournal Kedokteran Indonesia. (2023). Inkontinensia Urin pada Perempuan.

Repo Dosen ULM. Epidemiologi Inkontinensia Urin. (Tinjauan tentang faktor risiko inkontinensia urine, termasuk kehamilan dan persalinan).

Jurnal Studi Keperawatan. (2023). Gambaran Penanganan Inkontinensia Urine Pada Lansia.

Repository Poltekkes Tjk. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Inkontinensia Urin 1. 



Kamis, 26 Juni 2025

Sering berkemih di malam hari? Waspadai penyakit berikut..

Nokturia adalah suatu kondisi di mana seseorang sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, setidaknya satu kali atau lebih setelah tertidur. Kondisi ini bisa mengganggu kualitas tidur dan menurunkan produktivitas di siang hari.


Penjelasan Medis

Menurut International Continence Society (ICS), definisi nokturia adalah:

“Terbangun satu kali atau lebih pada malam hari untuk berkemih, dengan setiap kejadian didahului dan diikuti oleh periode tidur.”

(Sumber: Abrams P, et al. The standardisation of terminology in lower urinary tract function. Neurourol Urodyn. 2002)


Penyebab Umum Nokturia

  1. Produksi urin berlebih di malam hari (nocturnal polyuria)

    • Bisa terjadi karena konsumsi cairan berlebih sebelum tidur, gagal jantung, atau gangguan hormonal (misalnya defisiensi vasopresin).
  2. Penurunan kapasitas kandung kemih

    • Misalnya karena infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, atau overactive bladder (kandung kemih yang terlalu aktif).
  3. Gangguan tidur

    • Sleep apnea (henti napas saat tidur) bisa memicu bangun malam dan memicu keinginan buang air kecil.
  4. Penyakit sistemik

    • Seperti diabetes mellitus, gagal ginjal kronis, atau hipertensi.

Dampak Nokturia

  • Gangguan tidur kronis
  • Kelelahan dan penurunan daya ingat
  • Risiko jatuh, terutama pada lansia
  • Penurunan kualitas hidup

Penatalaksanaan

  • Modifikasi gaya hidup: Kurangi asupan cairan beberapa jam sebelum tidur, hindari alkohol dan kafein.
  • Terapi medis: Obat desmopressin (analog ADH) bisa digunakan untuk mengurangi produksi urin malam.
  • Pengobatan penyebab dasar: Seperti terapi prostat pada pria atau kontrol gula darah pada pasien diabetes.

Literatur Pendukung

  1. Bosch JLHR, Weiss JP. "The prevalence and causes of nocturia." J Urol. 2010;184(2):440-446.
  2. Van Kerrebroeck P, et al. "The standardization of terminology in nocturia: report from the Standardization Sub-committee of the International Continence Society." Neurourol Urodyn. 2002;21(2):179-183.
  3. Bliwise DL, et al. "Nocturia and disturbed sleep in the elderly." Sleep Med Rev. 2009;13(4):263–269.

 

Rabu, 25 Juni 2025

Jenis jenis vaksin PCV yang ada di Indonesia


Berikut adalah jenis‑jenis vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang umum digunakan di Indonesia:


1. PCV10
Melindungi terhadap 10 serotipe bakteri Streptococcus pneumoniae (1, 4, 5, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19F, 23F)  .
Dipakai misalnya GSK Synflorix dan Serum Institute’s Pneumosil.


2. PCV13
Menambah 3 serotipe ekstra (3, 6A, 19A) dari PCV10, total jadi 13 serotipe  .
Contoh: Pfizer Prevnar 13 yang telah lama digunakan  .


3. PCV15
Melindungi 15 serotipe (PCV13 + 22F + 33F)  .
Contoh: Merck Vaxneuvance  .
Sudah tersedia di beberapa negara (termasuk Indonesia secara komersial sejak 2023)  .


4. PCV20
Mencakup 20 serotipe (PCV15 + 5 tambahan)  .
Contoh: Pfizer Prevnar 20, disetujui di Amerika Serikat (April 2023)  .


5. PCV21
Varian paling baru dengan cakupan 21 serotipe.
Contoh: Merck Capvaxive, disetujui Uni Eropa & AS Juni 2024  .

🔍 Ringkasan Cakupan Serotipe per Vaksin
Vaksin Jumlah Serotipe

PCV10 10 serotipe
PCV13 13 serotipe 
PCV15 15 serotipe 
PCV20 20 serotipe 
PCV21 21 serotipe 


Mana yang Paket lengkap untuk Indonesia?
Program imunisasi rutin di Indonesia: PCV13 sudah masuk sejak 2021, untuk bayi usia 2, 3, dan 12 bulan  .
Versi terbaru (PCV15/PCV20/PCV21): saat ini tersedia secara komersial di fasilitas kesehatan swasta.
Contoh harga PCV15 ~Rp1.145.000 per dosis (termasuk layanan dokter)  .
PCV15—Vaxneuvance sudah bisa digunakan bayi, anak, dan dewasa  .

📅 Jadwal Pemberian PCV di Indonesia (Bayi)
Dosis utama: 2, 3, dan 12 bulan (PCV13)  .
Jika menggunakan PCV15: format jadwalnya biasanya 2, 4, 6, dan booster 12 bulan  .

Kesimpulan:
🌟 Cara memilih: semakin banyak serotipe → semakin luas proteksinya. Tersedia PCV10, PCV13, PCV15, PCV20, PCV21.
💰 Untuk imunisasi pemerintah: PCV13 adalah pilihan rutin (gratis).
🏥 Jika ingin perlindungan lebih luas, bisa memilih PCV15/20/21 secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta.

Selasa, 24 Juni 2025

Apa itu vaksin PCV dan mengapa harus divaksin?

Vaksin PCV adalah singkatan dari Pneumococcal Conjugate Vaccine. Vaksin ini dirancang untuk melindungi tubuh dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, atau biasa disebut pneumokokus.


💉 Apa itu bakteri pneumokokus?

Bakteri ini bisa menyebabkan berbagai penyakit serius, terutama pada bayi, anak kecil, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki sistem imun lemah. Penyakit-penyakit tersebut meliputi:

  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Meningitis (radang selaput otak)
  • Otitis media (infeksi telinga tengah)
  • Bakteremia/sepsis (infeksi darah)

Mengapa harus vaksin PCV?

  1. Perlindungan terhadap penyakit serius
    Vaksin PCV melindungi dari infeksi yang bisa mengancam jiwa, seperti meningitis dan pneumonia.

  2. Mengurangi penggunaan antibiotik
    Dengan mencegah infeksi, vaksin ini membantu mengurangi kebutuhan antibiotik dan memperlambat resistansi antibiotik.

  3. Melindungi komunitas (herd immunity)
    Saat banyak orang divaksin, penyebaran bakteri di masyarakat ikut berkurang, sehingga kelompok rentan juga ikut terlindungi.

  4. Direkomendasikan oleh WHO dan IDAI
    WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyarankan vaksin PCV diberikan pada bayi sejak usia 2 bulan.


🗓️ Jadwal vaksinasi PCV (versi IDAI):

  • PCV pertama: usia 2 bulan
  • PCV kedua: usia 4 bulan
  • PCV ketiga: usia 6 bulan
  • Booster: usia 12–15 bulan

Kalau kamu atau orang terdekatmu belum divaksin PCV dan masih termasuk kelompok usia rentan, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau puskesmas terdekat untuk jadwal dan ketersediaannya.


Jumat, 16 Mei 2025

Apa itu OCD?


OCD adalah singkatan dari Obsessive-Compulsive Disorder, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Gangguan Obsesif Kompulsif. Ini adalah gangguan mental di mana seseorang memiliki pikiran, dorongan, atau gambaran (obsesi) yang berulang dan tidak diinginkan yang menyebabkan perasaan cemas


atau tidak nyaman yang intens. Untuk meredakan perasaan ini, individu dengan OCD merasa terdorong untuk melakukan tindakan berulang (kompulsi) atau ritual tertentu.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai OCD:

 * Obsesi: Ini adalah pikiran, dorongan, atau gambaran mental yang berulang dan terus-menerus muncul di benak dan menyebabkan kecemasan atau stres yang signifikan. Obsesi ini tidak diinginkan dan sulit dikendalikan. Contoh obsesi meliputi ketakutan berlebihan terhadap kuman, pikiran tentang menyakiti diri sendiri atau orang lain, atau kebutuhan akan keteraturan yang ekstrem.

 * Kompulsi: Ini adalah perilaku atau tindakan mental berulang yang dilakukan seseorang sebagai respons terhadap obsesi. Tujuan dari kompulsi adalah untuk mengurangi kecemasan atau mencegah kejadian yang ditakuti. Namun, tindakan ini biasanya tidak realistis atau berlebihan dan hanya memberikan kelegaan sementara. Contoh kompulsi meliputi mencuci tangan berulang kali, memeriksa kunci atau kompor berkali-kali, menyusun barang dengan cara tertentu, atau berdoa dalam hati berulang kali.

Penting untuk dipahami bahwa:

 * Orang dengan OCD biasanya menyadari bahwa obsesi dan kompulsi mereka tidak masuk akal atau berlebihan, tetapi mereka merasa tidak berdaya untuk menghentikannya.

 * OCD dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang, mempengaruhi hubungan, pekerjaan, sekolah, dan aktivitas lainnya.

 * OCD adalah kondisi yang dapat diobati dengan terapi (seperti Terapi Perilaku Kognitif atau CBT) dan/atau obat-obatan.

Jadi, sederhananya, OCD adalah kondisi di mana seseorang terjebak dalam siklus pikiran yang mengganggu (obsesi) dan perilaku berulang yang mereka rasa harus dilakukan (kompulsi).

Beberapa sumber rujukan umum yang kredibel mengenai OCD meliputi:

 * Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5): Ini adalah panduan standar yang digunakan oleh para profesional kesehatan mental untuk mendiagnosis gangguan mental, termasuk OCD. Anda dapat mencari informasi spesifik tentang kriteria diagnostik OCD di dalamnya.

 * American Psychiatric Association (APA): APA adalah organisasi profesional terkemuka untuk psikiater di Amerika Serikat dan menerbitkan banyak sumber daya informasi tentang gangguan mental, termasuk OCD. Situs web mereka (psychiatry.org) seringkali memiliki informasi yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

 * National Institute of Mental Health (NIMH): NIMH adalah bagian dari National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat dan melakukan serta mendukung penelitian tentang gangguan mental. Situs web mereka (nimh.nih.gov) menyediakan informasi berbasis penelitian tentang OCD.

 * World Health Organization (WHO): WHO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat internasional. Mereka memiliki informasi tentang gangguan mental, termasuk OCD, dalam klasifikasi penyakit internasional mereka (ICD).


Kamis, 16 Januari 2025

Apa itu HMPV ?


Human metapneumovirus
Struktur dan genom Human metapneumovirus (hMPV)
Klasifikasi virusSunting klasifikasi ini
(tanpa takson):Virus
Dunia:Riboviria
Kerajaan:Orthornavirae
Filum:Negarnaviricota
Kelas:Monjiviricetes
Ordo:Mononegavirales
Famili:Pneumoviridae
Genus:Metapneumovirus
Spesies:
Human metapneumovirus
HMPV atau Human metapneumovirus adalah sejenis virus RNA untai tunggal berpolaritas negatif yang tergolong dalam famili Pneumoviridae.Virus ini memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan Avian metapneumovirus (AMPV) subkelompok C. Keberadaan virus ini pertama kali berhasil diungkap pada tahun 2001 di Belanda. Para ilmuwan menggunakan teknik RAP-PCR (RNA arbitrarily primed PCR), sebuah metode cerdas untuk menemukan virus-virus baru yang tumbuh dalam sel-sel yang dikembangbiakkan. Hingga tahun 2016, HMPV tercatat sebagai biang keladi kedua terbanyak (setelah respiratory syncytial virus atau RSV) dari penyakit saluran pernapasan akut pada anak-anak sehat berusia di bawah 5 tahun yang berobat jalan di klinik-klinik besar di Amerika Serikat.

Usia puncak anak bayi yang harus dirawat di rumah sakit karena HMPV biasanya terjadi antara usia 6–12 bulan. Usia ini sedikit lebih tua dibandingkan puncak kasus RSV yang umumnya menyerang bayi usia 2–3 bulan. Gejala klinis dan tingkat keparahan infeksi HMPV sangat mirip dengan infeksi RSV. HMPV juga menjadi penyebab penting penyakit pada orang dewasa lanjut usia. Perlu dicatat, sebuah wabah HMPV yang signifikan teramati hingga akhir tahun 2024 di Tiongkok.

HMPV (Human Metapneumovirus) adalah virus yang menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 di Belanda.

Gejala HMPV :
1. Batuk
2. Pilek
3. Demam
4. Sakit tenggorokan
5. Kesulitan bernapas (pada kasus yang parah)
6. Bronkiolitis (peradangan saluran napas kecil)
7. Pneumonia (radang paru-paru)
Cara Penularan :
1. Kontak langsung dengan penderita
2. Udara yang terkontaminasi virus
3. Sentuhan dengan benda yang terkontaminasi
Kelompok Risiko :
1. Anak-anak di bawah 5 tahun
2. Orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun
3. Penderita penyakit kronis (misalnya, asma, diabetes)
4. Penderita dengan sistem imun yang lemah
Pengobatan :
1. Istirahat yang cukup
2. Minum banyak cairan
3. Obat batuk dan demam
4. Oksigenasi (jika diperlukan)
5. Antibiotik tidak efektif karena HMPV adalah virus
Pencegahan :
1. Mencuci tangan secara teratur
2. Menggunakan masker saat berada di tempat umum
3. Menghindari kontak dengan penderita
4. Vaksinasi tidak tersedia untuk HMPV
Diagnosis :
1. Tes PCR (Polymerase Chain Reaction)
2. Tes serologi (mengukur antibodi)
3. Pemeriksaan fisik dan gejala

Sumber:
1. CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat)
2. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)
3. Journal of Clinical Virology
4. Kementerian Kesehatan RI.
5. Wikipedia Indonesia 


Jumat, 04 Agustus 2023

Apa itu vaksin mRNA?

Vaksin mRNA adalah jenis vaksin yang menggunakan sepotong kecil mRNA (asam ribonukleat messenger) untuk menginstruksikan sel tubuh untuk memproduksi protein virus atau patogen tertentu. Setelah protein ini diproduksi, sistem kekebalan tubuh merespons dengan membuat antibodi yang dapat melindungi tubuh dari infeksi jika terpapar virus atau patogen sebenarnya.

Contoh vaksin mRNA yang telah dikenal luas adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Pfizer-BioNTech dan Moderna. Vaksin ini telah mendemonstrasikan keefektifan yang tinggi dalam mencegah penyakit COVID-19 dan memainkan peran penting dalam upaya global untuk mengatasi pandemi.

Apakah vaksin mRNA bisa juga untuk mencegah penyakit lainnya?

Ya, teknologi vaksin mRNA memiliki potensi untuk mencegah penyakit lainnya selain COVID-19. Karena vaksin mRNA dapat dirancang dengan relatif cepat dan fleksibel, mereka dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Beberapa penelitian dan uji klinis telah dilakukan untuk mengembangkan vaksin mRNA untuk penyakit seperti influenza, Zika, rabies, dan banyak lainnya. Vaksin mRNA menjanjikan karena memungkinkan respon kekebalan yang kuat dan spesifik terhadap patogen tertentu tanpa perlu mengandung patogen itu sendiri.

Namun, perlu diingat bahwa setiap vaksin baru memerlukan uji klinis yang ketat untuk menilai keamanan dan efektivitasnya sebelum disetujui untuk digunakan pada manusia. Pengembangan vaksin adalah proses yang kompleks dan memerlukan waktu, tetapi teknologi mRNA telah menunjukkan potensi luar biasa dalam memerangi berbagai penyakit infeksi.

Sabtu, 29 Juli 2023

Maintaining Healthy Lungs: Tips for Better Respiratory Well-being"


Introduction:

Our lungs play a vital role in our overall well-being. Keeping them healthy is crucial for proper breathing, oxygenation, and overall health. In this article, we will explore some practical tips and lifestyle choices to promote lung health and ensure optimal respiratory function.


1. **Avoid Smoking and Secondhand Smoke:**

Cigarette smoke contains harmful chemicals that can damage the lungs and increase the risk of various respiratory conditions, including chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and lung cancer. If you smoke, quitting is the best thing you can do for your lung health. Additionally, avoid exposure to secondhand smoke as it can also be detrimental to your respiratory system.


2. **Stay Active with Regular Exercise:**

Engaging in physical activity can improve lung function and capacity. Regular exercise helps strengthen the respiratory muscles and enhances the efficiency of oxygen exchange in the lungs. Activities like walking, jogging, swimming, and cycling are excellent choices for promoting lung health.


3. **Maintain a Healthy Diet:**

Eating a balanced diet rich 

in fruits, vegetables, whole grains, and lean proteins provides essential nutrients that support lung health. Antioxidant-rich foods can help reduce inflammation in the lungs, while vitamin C can protect against respiratory infections.


4. **Practice Good Posture and Breathing Techniques:**

Proper posture and breathing techniques can aid in lung expansion, allowing for better air exchange. Avoid slouching and practice diaphragmatic breathing, where you breathe deeply from your diaphragm rather than shallowly from your chest.


5. **Protect Yourself from Air Pollution:**

Exposure to air pollution can have adverse effects on lung health. On days with poor air quality, limit outdoor activities, and stay indoors when possible. Use air purifiers at home to reduce indoor air pollutants.


6. **Get Vaccinated:**

Immunization against respiratory infections like influenza and pneumonia can help prevent serious complications that may affect the lungs. Consult your healthcare provider to ensure you are up-to-date with recommended vaccinations.


7. **Avoid Occupational Hazards:**

If your job exposes you to dust, fumes, or other respiratory irritants, take necessary precautions such as wearing protective masks or following workplace safety guidelines.


8. **Stay Hydrated:**

Drinking an adequate amount of water helps maintain the thin mucus lining in the airways, making it easier for the lungs to clear out any irritants or pollutants.


Conclusion:

Taking care of your lung health is a crucial aspect of overall well-being. By following these tips and making conscious lifestyle choices, you can promote lung health, reduce the risk of respiratory problems, and enjoy a better quality of life.


Remember, if you have specific concerns about your lung health or any respiratory symptoms, always consult a healthcare professional for personalized advice and guidance.


---

Note: This article provides general tips for lung health and is not intended to replace professional medical advice.

Minggu, 21 Maret 2021

Asal Mula Diabetes Menghampiri Tubuh Kita.


*Manusia itu jatah Glukosanya*

*cuman 2 sdt (sendok teh) sehari*


Tapi kita makan dari pagi, siang, sore, malam bersama teman-teman cemilan _*karbo*_ lainnya. 


Insulin itu akan sibuk mengolah *Glukosa* dari _*karbo*_ yang masuk, supaya gula darah tetap dibawah 100. 


Karena engga mungkin manusia ada kadar gula darahnya sampe 1000-2000-30000mg/ dl. 


*Karena insulin-lah, kita dapat terselamatkan dari kadar Glukosa dalam darah yang berlebihan*


Glukosa yang dimasukin secara gila-gila'an akan membuat insulin yang bekerja, juga gila-gila'an!!


Akhirnya Pankreas-pun dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.


Tapi karena _karbo_-nya engga mau berenti dimasukin sama manusia (padahal jatah tubuh hanya 2 sdt aja seharinya). 


*Insulin ngomong gini* : 

_"Waduuh... Glukosa masuk terus nih, olah dia! Jadikan energi!!!"_


Nah, mulai deh berubah tuh Glukosa jadi metabolisme, yang dipake jadi sumber energi. 


_Eh manusianya diem, ga mau gerak, ga mau Olahraga, ga aktif, kerjanya duduk dikantor, tiduran dirumah, boro-boro jalan, naik tangga aja pengen pake eskalator._


Sumber energi-nya ngga pernah dipake... Tapi karbo masuk terus.


Insulin jadi bingung, _

*Kemana-in lagi ni .. ?* 


_"Masukin ke fat cell! 

Jadikan Body fat! Jadikan lemak tubuh, trus simpen disitu, 

di "gudang" penyimpanan."_


Jadilah itu lemak gembyar-gembyor, blewer-blewer, melambai-lambai, diperut dan beberapa tempat lainnya..


Eh, tapi karbo-nya masuk terus 😔


Insulin makin bingung. 

Fat Cell udah engga mau nerima lagi.


Dia kata: _"Ogah! Gue udah cape, alihkan lagi aja ke yg lain. 

Gue udah nolak!!"_

 

Insulin lalu ngincer ke liver, maka dialihkan-lah kesitu.


*Kata liver* : 

_"Eeh, Aku-kan cuma bisa nampung 100-150gr Glycogen aja.. _Apa-apa'an nih ngirim glukosa segini banyak??!!_ Over Capacity niii gw 🙀


Akhirnya Liver-pun kerja keras juga mati-mati'an, untuk berusaha mengolah Glucose yang dioper kesana.


Padahal daya tampung disana cuman sedikit, dia olah itu Glucose ke Tryglicerid.


Melalui proses _*de novo lipogenesis*_. Jadilah itu *Trigleserid tinggi* dan liver diselimutin oleh lemak yg namanya *FATTY LIVER*


_Ngeri Broo...🙀🙀


Liver-pun akhirnya bermasalah, sudah pasti Empedu ikut kena imbasnya, jadi deh masalah baru..

_Masalah di Empedu!!_


Ketika sudah BANYAK sekali problem ditubuh, Fatty Liver, Batu Empedu, TG tinggi, itu semua adalah indikasi *HYPERGLICEMIA* yg artinya itu kadar glukosa dalam darah ketinggian sekali..


Insulin lelah, selelah-lelah nya untuk mengolah Glukosa..


Udah bingung si Insulin.. 

*Mau dikemanain lagi ini Glukosa?"*


Tapi emang manusianya, yang ngga bisa berenti makan karbo dan masukin glukosa terus..!!


_Maka insulinnya RESIST!!_


Udah engga mau, udah cape, udah ngambek, sambil teriak:

_"HAYATI LELAH BAAANG!!!"_


_*BOOM!!!*_

Akhirnya Insulin Resistance..


Hasil dari insulin resistance iu menjadi HYPERinsulinemia, pankreasnya ngambek, ngadat, akhirnya.. _Turun mesin!!_


Yang Diabets type 2, Pankreas udah ngga mampu menghasilkan insulin lagi, tapi manusianya masih "maksa" in masukin karbo terus!!


Akhirnya solusinya itu, insulin disuntikin kedalam perut, biar bisa ngolah glukosa. _Paksa terus!!!_


_*Ternyata..*_

*Betapa manusia itu senang menzhalimi dirinya sendiri..*


Tuhan udah kasih batasan.


Aturan pada manusia untuk sering menahan hawa nafsu dalam berpuasa dan makan hanya 1/3 lambung.


Yuk Mulai lah atur Pola Makan KITA🙏🙏🙏


www.tandadiabetes.co


Bantu Share Ya ... cerita ringan ini untuk pola hidup sehat kita, kerabat dan kawan2 terdekat kita 🙏

Jumat, 25 September 2020

MINYAK KAYU PUTIH: TIDAK UNTUK DITELAN

 


💖💖 Arie Karimah. Pharma-Excellent. Alumni ITB


Tulisan ini adalah sebuah bentuk PERLAWANAN atas hoax masif yang muncul dan dipercayai oleh sebagian masyarakat, yang kurang terdidik dengan benar. Arti ditelan (ingested): diminum secara langsung, diteteskan di lidah kemudian tertelan, diencerkan dengan air kemudian diminum. 


Anda merasa bahwa minyak kayu putih adalah warisan nenek moyang? Apakah nenek moyang anda PERNAH mengajarkan untuk meminumnya? Terus mengapa sekarang di era millenial, high technology, anak-anak mudanya tumbuh dengan suplemen Omega 3, 6 dan 9 justru terjadi ketululan yang luar biasa dan masif: minyak kayu putih diminum untuk mengobati / menghadapi infeksi virus Covid-19? Astaghfirullah…….😢😢😢


Dua hal yang saya bahas disini: DAUN dan MINYAK kayu putih (eucalyptus). Jadi sila dibaca baik-baik.

Produk minyak kayu putih yang ada di pasaran saat ini SEMUA MENGANDUNG minyak kayu putih (eucalyptus oil) 100%. Sila cek kemasannya di produk yang ada di rumah anda. 

Kayu putih atau eucalyptus adalah kebanggaan Australia. Daun Eucalyptus adalah makanan utama koala, binatang yang menjadi salah satu icon negara kanguru itu. 


🍎SEJARAH EUCALYPTUS DI AUSTRALIA

Akar pohon eucalyptus menahan air cukup banyak sehingga orang aborigin DULU mengunyahnya untuk mendapatkan air di kala musim kering. Mereka juga minum teh dari seduhan daun eucalyptus untuk menurunkan demam. Akibatnya di Eropa eucalyptus sempat dikenal sebagai Australian Fever Tea. JADI: bahkan orang aborigin pun TIDAK PERNAH MINUM eucalyptus oil.


🍎SCIENTIFIC EVIDENCE, BUKTI ILMIAH

Daun eucalyptus mengandung ZAT KIMIA eucalyptol atau cineol (nama barunya), yang memberikan aroma khas. Cineol inilah yang mempunyai efek mengencerkan dahak, sehingga bisa digunakan untuk mengobati pilek dan flu.


Manfaat eucalyptus:

🍏DAUN eucalyptus yang SUDAH DIKERINGKAN DAN  dihancurkan: 1-2 sendok teh diseduh dengan satu cangkir air mendidih. Untuk mengencerkan dahak yang berlebihan, yang menyebabkan dada terasa sesak, pada penderita radang tenggorokan, pilek dan flu. Daun eucalyptus yang segar atau sudah dikeringkan mengandung terutama 70 – 85% minyak yang mudah menguap, yaitu cineol (dulu dikenal sebagai eucalyptol) dan 32 ZAT KIMIA lainnya ⬇😉😉.

🍏MINYAK eucalyptus: untuk obat gosok di dada, sebagai antiseptik untuk luka tergores atau teriris, obat kumur untuk sakit tenggorokan, mengobati infeksi jamur, dioleskan untuk nyeri sendi akibat rematik, campuran air untuk mandi. INHALASI UAP (bukan diminum) minyak eucalyptus: untuk membantu mengatasi gangguan saluran pernafasan: hidung tersumbat, flu, bronchitis, dan asma.


➡ Tapi minyak kayu putih TIDAK BOLEH dioleskan di wajah bayi atau anak-anak balita, khususnya di DEKAT MULUT dan HIDUNG, karena bisa menyebabkan kejang di otot bronkhus dan bahkan sesak nafas. Jadi hati-hati yaaa netesin  minyak kayu putih di masker…..🔺🔺🔺


Jika digunakan eksternal minyak eucalyptus tidak toksik. Tapi jika diminum SANGAT BERACUN: minum 3,4 mL minyak eucalyptus telah menyebabkan KEMATIAN. Kemasan terkecil produk minyak kayu putih itu 15 atau 30 mL lho….

 

Gejala keracunan minum minyak kayu putih: 

🌳Tidak mematikan: mual, muntah dan diare.

🌳Bisa mematikan: nyeri ulu hati, pupil mata melebar, kulit berwarna kebiruan, dan kejang


Kalau anda mau berkelit: kan itu cuma ditambahin beberapa tetes dalam air minum.

Sini saya buka wawasanmu:

🍇EFEKTIVITAS produk itu tergantung DOSIS. Kalau tidak memenuhi syarat ya TIDAK ADA GUNANYA. Bahaya: iya. Jadi buat apa? Ingat produk minyak kayu putih yang ada di rumah anda itu 100% eucalyptus oil. Tidak ada tambahan atau campurannya. 

🍇Itu beberapa tetes diminum selama berapa kali/hari? Ada yang namanya efek kumulatif. Racun itu bisa membunuh dengan cara diminum sedikit demi sedikit. Tidak harus sekaligus.


Jadi kalau eucalyptus itu bisa menyembuhkan Covid-19, maka orang Australia akan lebih dulu menggunakannya dan melaporkannya ke WHO. Begitu lho cara berpikirnya.....


Tahu banyak itu tidak dosa….


KM. 22 September 2020


From WA grup.