Jumat, 04 Agustus 2023

Apa itu vaksin mRNA?

Vaksin mRNA adalah jenis vaksin yang menggunakan sepotong kecil mRNA (asam ribonukleat messenger) untuk menginstruksikan sel tubuh untuk memproduksi protein virus atau patogen tertentu. Setelah protein ini diproduksi, sistem kekebalan tubuh merespons dengan membuat antibodi yang dapat melindungi tubuh dari infeksi jika terpapar virus atau patogen sebenarnya.

Contoh vaksin mRNA yang telah dikenal luas adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Pfizer-BioNTech dan Moderna. Vaksin ini telah mendemonstrasikan keefektifan yang tinggi dalam mencegah penyakit COVID-19 dan memainkan peran penting dalam upaya global untuk mengatasi pandemi.

Apakah vaksin mRNA bisa juga untuk mencegah penyakit lainnya?

Ya, teknologi vaksin mRNA memiliki potensi untuk mencegah penyakit lainnya selain COVID-19. Karena vaksin mRNA dapat dirancang dengan relatif cepat dan fleksibel, mereka dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Beberapa penelitian dan uji klinis telah dilakukan untuk mengembangkan vaksin mRNA untuk penyakit seperti influenza, Zika, rabies, dan banyak lainnya. Vaksin mRNA menjanjikan karena memungkinkan respon kekebalan yang kuat dan spesifik terhadap patogen tertentu tanpa perlu mengandung patogen itu sendiri.

Namun, perlu diingat bahwa setiap vaksin baru memerlukan uji klinis yang ketat untuk menilai keamanan dan efektivitasnya sebelum disetujui untuk digunakan pada manusia. Pengembangan vaksin adalah proses yang kompleks dan memerlukan waktu, tetapi teknologi mRNA telah menunjukkan potensi luar biasa dalam memerangi berbagai penyakit infeksi.

Sabtu, 29 Juli 2023

Maintaining Healthy Lungs: Tips for Better Respiratory Well-being"


Introduction:

Our lungs play a vital role in our overall well-being. Keeping them healthy is crucial for proper breathing, oxygenation, and overall health. In this article, we will explore some practical tips and lifestyle choices to promote lung health and ensure optimal respiratory function.


1. **Avoid Smoking and Secondhand Smoke:**

Cigarette smoke contains harmful chemicals that can damage the lungs and increase the risk of various respiratory conditions, including chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and lung cancer. If you smoke, quitting is the best thing you can do for your lung health. Additionally, avoid exposure to secondhand smoke as it can also be detrimental to your respiratory system.


2. **Stay Active with Regular Exercise:**

Engaging in physical activity can improve lung function and capacity. Regular exercise helps strengthen the respiratory muscles and enhances the efficiency of oxygen exchange in the lungs. Activities like walking, jogging, swimming, and cycling are excellent choices for promoting lung health.


3. **Maintain a Healthy Diet:**

Eating a balanced diet rich 

in fruits, vegetables, whole grains, and lean proteins provides essential nutrients that support lung health. Antioxidant-rich foods can help reduce inflammation in the lungs, while vitamin C can protect against respiratory infections.


4. **Practice Good Posture and Breathing Techniques:**

Proper posture and breathing techniques can aid in lung expansion, allowing for better air exchange. Avoid slouching and practice diaphragmatic breathing, where you breathe deeply from your diaphragm rather than shallowly from your chest.


5. **Protect Yourself from Air Pollution:**

Exposure to air pollution can have adverse effects on lung health. On days with poor air quality, limit outdoor activities, and stay indoors when possible. Use air purifiers at home to reduce indoor air pollutants.


6. **Get Vaccinated:**

Immunization against respiratory infections like influenza and pneumonia can help prevent serious complications that may affect the lungs. Consult your healthcare provider to ensure you are up-to-date with recommended vaccinations.


7. **Avoid Occupational Hazards:**

If your job exposes you to dust, fumes, or other respiratory irritants, take necessary precautions such as wearing protective masks or following workplace safety guidelines.


8. **Stay Hydrated:**

Drinking an adequate amount of water helps maintain the thin mucus lining in the airways, making it easier for the lungs to clear out any irritants or pollutants.


Conclusion:

Taking care of your lung health is a crucial aspect of overall well-being. By following these tips and making conscious lifestyle choices, you can promote lung health, reduce the risk of respiratory problems, and enjoy a better quality of life.


Remember, if you have specific concerns about your lung health or any respiratory symptoms, always consult a healthcare professional for personalized advice and guidance.


---

Note: This article provides general tips for lung health and is not intended to replace professional medical advice.

Minggu, 21 Maret 2021

Asal Mula Diabetes Menghampiri Tubuh Kita.


*Manusia itu jatah Glukosanya*

*cuman 2 sdt (sendok teh) sehari*


Tapi kita makan dari pagi, siang, sore, malam bersama teman-teman cemilan _*karbo*_ lainnya. 


Insulin itu akan sibuk mengolah *Glukosa* dari _*karbo*_ yang masuk, supaya gula darah tetap dibawah 100. 


Karena engga mungkin manusia ada kadar gula darahnya sampe 1000-2000-30000mg/ dl. 


*Karena insulin-lah, kita dapat terselamatkan dari kadar Glukosa dalam darah yang berlebihan*


Glukosa yang dimasukin secara gila-gila'an akan membuat insulin yang bekerja, juga gila-gila'an!!


Akhirnya Pankreas-pun dipaksa terus menerus untuk dapat menghasilkan insulin.


Tapi karena _karbo_-nya engga mau berenti dimasukin sama manusia (padahal jatah tubuh hanya 2 sdt aja seharinya). 


*Insulin ngomong gini* : 

_"Waduuh... Glukosa masuk terus nih, olah dia! Jadikan energi!!!"_


Nah, mulai deh berubah tuh Glukosa jadi metabolisme, yang dipake jadi sumber energi. 


_Eh manusianya diem, ga mau gerak, ga mau Olahraga, ga aktif, kerjanya duduk dikantor, tiduran dirumah, boro-boro jalan, naik tangga aja pengen pake eskalator._


Sumber energi-nya ngga pernah dipake... Tapi karbo masuk terus.


Insulin jadi bingung, _

*Kemana-in lagi ni .. ?* 


_"Masukin ke fat cell! 

Jadikan Body fat! Jadikan lemak tubuh, trus simpen disitu, 

di "gudang" penyimpanan."_


Jadilah itu lemak gembyar-gembyor, blewer-blewer, melambai-lambai, diperut dan beberapa tempat lainnya..


Eh, tapi karbo-nya masuk terus ๐Ÿ˜”


Insulin makin bingung. 

Fat Cell udah engga mau nerima lagi.


Dia kata: _"Ogah! Gue udah cape, alihkan lagi aja ke yg lain. 

Gue udah nolak!!"_

 

Insulin lalu ngincer ke liver, maka dialihkan-lah kesitu.


*Kata liver* : 

_"Eeh, Aku-kan cuma bisa nampung 100-150gr Glycogen aja.. _Apa-apa'an nih ngirim glukosa segini banyak??!!_ Over Capacity niii gw ๐Ÿ™€


Akhirnya Liver-pun kerja keras juga mati-mati'an, untuk berusaha mengolah Glucose yang dioper kesana.


Padahal daya tampung disana cuman sedikit, dia olah itu Glucose ke Tryglicerid.


Melalui proses _*de novo lipogenesis*_. Jadilah itu *Trigleserid tinggi* dan liver diselimutin oleh lemak yg namanya *FATTY LIVER*


_Ngeri Broo...๐Ÿ™€๐Ÿ™€


Liver-pun akhirnya bermasalah, sudah pasti Empedu ikut kena imbasnya, jadi deh masalah baru..

_Masalah di Empedu!!_


Ketika sudah BANYAK sekali problem ditubuh, Fatty Liver, Batu Empedu, TG tinggi, itu semua adalah indikasi *HYPERGLICEMIA* yg artinya itu kadar glukosa dalam darah ketinggian sekali..


Insulin lelah, selelah-lelah nya untuk mengolah Glukosa..


Udah bingung si Insulin.. 

*Mau dikemanain lagi ini Glukosa?"*


Tapi emang manusianya, yang ngga bisa berenti makan karbo dan masukin glukosa terus..!!


_Maka insulinnya RESIST!!_


Udah engga mau, udah cape, udah ngambek, sambil teriak:

_"HAYATI LELAH BAAANG!!!"_


_*BOOM!!!*_

Akhirnya Insulin Resistance..


Hasil dari insulin resistance iu menjadi HYPERinsulinemia, pankreasnya ngambek, ngadat, akhirnya.. _Turun mesin!!_


Yang Diabets type 2, Pankreas udah ngga mampu menghasilkan insulin lagi, tapi manusianya masih "maksa" in masukin karbo terus!!


Akhirnya solusinya itu, insulin disuntikin kedalam perut, biar bisa ngolah glukosa. _Paksa terus!!!_


_*Ternyata..*_

*Betapa manusia itu senang menzhalimi dirinya sendiri..*


Tuhan udah kasih batasan.


Aturan pada manusia untuk sering menahan hawa nafsu dalam berpuasa dan makan hanya 1/3 lambung.


Yuk Mulai lah atur Pola Makan KITA๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


www.tandadiabetes.co


Bantu Share Ya ... cerita ringan ini untuk pola hidup sehat kita, kerabat dan kawan2 terdekat kita ๐Ÿ™

Jumat, 25 September 2020

MINYAK KAYU PUTIH: TIDAK UNTUK DITELAN

 


๐Ÿ’–๐Ÿ’– Arie Karimah. Pharma-Excellent. Alumni ITB


Tulisan ini adalah sebuah bentuk PERLAWANAN atas hoax masif yang muncul dan dipercayai oleh sebagian masyarakat, yang kurang terdidik dengan benar. Arti ditelan (ingested): diminum secara langsung, diteteskan di lidah kemudian tertelan, diencerkan dengan air kemudian diminum. 


Anda merasa bahwa minyak kayu putih adalah warisan nenek moyang? Apakah nenek moyang anda PERNAH mengajarkan untuk meminumnya? Terus mengapa sekarang di era millenial, high technology, anak-anak mudanya tumbuh dengan suplemen Omega 3, 6 dan 9 justru terjadi ketululan yang luar biasa dan masif: minyak kayu putih diminum untuk mengobati / menghadapi infeksi virus Covid-19? Astaghfirullah…….๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข


Dua hal yang saya bahas disini: DAUN dan MINYAK kayu putih (eucalyptus). Jadi sila dibaca baik-baik.

Produk minyak kayu putih yang ada di pasaran saat ini SEMUA MENGANDUNG minyak kayu putih (eucalyptus oil) 100%. Sila cek kemasannya di produk yang ada di rumah anda. 

Kayu putih atau eucalyptus adalah kebanggaan Australia. Daun Eucalyptus adalah makanan utama koala, binatang yang menjadi salah satu icon negara kanguru itu. 


๐ŸŽSEJARAH EUCALYPTUS DI AUSTRALIA

Akar pohon eucalyptus menahan air cukup banyak sehingga orang aborigin DULU mengunyahnya untuk mendapatkan air di kala musim kering. Mereka juga minum teh dari seduhan daun eucalyptus untuk menurunkan demam. Akibatnya di Eropa eucalyptus sempat dikenal sebagai Australian Fever Tea. JADI: bahkan orang aborigin pun TIDAK PERNAH MINUM eucalyptus oil.


๐ŸŽSCIENTIFIC EVIDENCE, BUKTI ILMIAH

Daun eucalyptus mengandung ZAT KIMIA eucalyptol atau cineol (nama barunya), yang memberikan aroma khas. Cineol inilah yang mempunyai efek mengencerkan dahak, sehingga bisa digunakan untuk mengobati pilek dan flu.


Manfaat eucalyptus:

๐ŸDAUN eucalyptus yang SUDAH DIKERINGKAN DAN  dihancurkan: 1-2 sendok teh diseduh dengan satu cangkir air mendidih. Untuk mengencerkan dahak yang berlebihan, yang menyebabkan dada terasa sesak, pada penderita radang tenggorokan, pilek dan flu. Daun eucalyptus yang segar atau sudah dikeringkan mengandung terutama 70 – 85% minyak yang mudah menguap, yaitu cineol (dulu dikenal sebagai eucalyptol) dan 32 ZAT KIMIA lainnya ⬇๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰.

๐ŸMINYAK eucalyptus: untuk obat gosok di dada, sebagai antiseptik untuk luka tergores atau teriris, obat kumur untuk sakit tenggorokan, mengobati infeksi jamur, dioleskan untuk nyeri sendi akibat rematik, campuran air untuk mandi. INHALASI UAP (bukan diminum) minyak eucalyptus: untuk membantu mengatasi gangguan saluran pernafasan: hidung tersumbat, flu, bronchitis, dan asma.


➡ Tapi minyak kayu putih TIDAK BOLEH dioleskan di wajah bayi atau anak-anak balita, khususnya di DEKAT MULUT dan HIDUNG, karena bisa menyebabkan kejang di otot bronkhus dan bahkan sesak nafas. Jadi hati-hati yaaa netesin  minyak kayu putih di masker…..๐Ÿ”บ๐Ÿ”บ๐Ÿ”บ


Jika digunakan eksternal minyak eucalyptus tidak toksik. Tapi jika diminum SANGAT BERACUN: minum 3,4 mL minyak eucalyptus telah menyebabkan KEMATIAN. Kemasan terkecil produk minyak kayu putih itu 15 atau 30 mL lho….

 

Gejala keracunan minum minyak kayu putih: 

๐ŸŒณTidak mematikan: mual, muntah dan diare.

๐ŸŒณBisa mematikan: nyeri ulu hati, pupil mata melebar, kulit berwarna kebiruan, dan kejang


Kalau anda mau berkelit: kan itu cuma ditambahin beberapa tetes dalam air minum.

Sini saya buka wawasanmu:

๐Ÿ‡EFEKTIVITAS produk itu tergantung DOSIS. Kalau tidak memenuhi syarat ya TIDAK ADA GUNANYA. Bahaya: iya. Jadi buat apa? Ingat produk minyak kayu putih yang ada di rumah anda itu 100% eucalyptus oil. Tidak ada tambahan atau campurannya. 

๐Ÿ‡Itu beberapa tetes diminum selama berapa kali/hari? Ada yang namanya efek kumulatif. Racun itu bisa membunuh dengan cara diminum sedikit demi sedikit. Tidak harus sekaligus.


Jadi kalau eucalyptus itu bisa menyembuhkan Covid-19, maka orang Australia akan lebih dulu menggunakannya dan melaporkannya ke WHO. Begitu lho cara berpikirnya.....


Tahu banyak itu tidak dosa….


KM. 22 September 2020


From WA grup.

Kamis, 23 Juli 2020

Berkebun Membuat Wanita Panjang Umur.

Indah sekali kedengarannya, ternyata ada kaitannya antara berkebun dengan lama hidup kaum wanita. Menurut para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Brigham and Women’s Hospital yang ditulis oleh situs National Geographic Indonesia  menemukan bahwa wanita yang tinggal di rumah yang dikelilingi oleh tanaman memiliki tingkat kematian lebih rendah daripada mereka yang tinggal di daerah dengan kurang tanaman. Mereka mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

Studi dilakukan selama delapan tahun, para peneliti menemukan bahwa tingkat kematian di kalangan perempuan yang tinggal di lingkungan hijau adalah 12 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang  tidak tinggal di daerah hijau.

Mereka mengamati hubungan seperti peningkatan paparan kehijauan dan tingkat kematian yang lebih rendah. Peter James, peneliti dari Departemen Harvard Chan School of Epidemiology, menemukan bukti bahwa sebagian besar manfaat tampak jelas dari tingkat tanaman yang tinggi berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik.

Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa tanaman hijau meningkatkan kesehatan mental dengan menurunkan tingkat depresi. Berkebun dapat memberikan kesempatan lebih besar untuk bersosialisasi, tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi dan mungkin terkena paparan polusi udara lebih rendah. Para peneliti juga melihat data dari 108.630 perempuan yang terdaftar dalam Studi Kesehatan Perawat selama tahun 2000-2008. Mereka membandingkan tingkat kematian serta jumlah tanaman hijau di sekitar rumah mereka. Para peneliti melihat citra satelit untuk menentukan berapa banyak vegetasi mengelilingi properti. Usia, status ekonomi, ras, etnis dan merokok juga masuk sebagai faktor risiko.

James mengatakan bahwa berkebun dapat membantu lingkungan dengan mengurangi beban air limbah, penyerapan karbon, dan mitigasi dampak perubahan iklim. Temuan baru ini menemukan kemungkinan manfaat terhadap peningkatkan kesehatan.

Salah satu manfaat terbesar dari tanaman yang signifikan bagi manusia adalah menurunkan risiko penyakit pernapasan dan kanker. Jadi bisa disimpulkan bahwa wanita yang tinggal di daerah dengan paling hijau memiliki tingkat 34 persen lebih rendah dari kematian akibat pernapasan, dan 13 persen lebih rendah dari kematian terkait kanker.


Minggu, 12 Juli 2020

Hepatitis B dan C (resiko, pencegahan dan pengobatan)

Hepatitis B dan Hepatitis C disebabakan oleh 2 jenis virus yang berbeda dan keduanya dapat menyebabkan peradangan hati. Penyakit hepatitis disebut akut sejak saat masuknya virus sampai enam bulan pertama setelah terjadinya infeksi. Sebagian infeksi akut dapat sembuh sendiri. Akan tetapi jika virus tersebut tinggal didalam tubuh selama lebih enam bulan, maka infeksi akut menjadi kronik (menetap lama). Diperkirakan lebih dari 500 juta orang diseluruh dunia hidup dengan hepatitis B atau C kronik. Banyak pasien yang terinfeksi dengan hepatitis virus kronik tidak merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun, meskipun hatinya mengalami kerusakan. Setelah beberapa tahun atau dekade, hati dapat berubah menjadi jaringan parut seluruhnya, yang diketahui sebagai Sirosis.

Bila mengalami sirosis hati, anda memiliki resiko komplikasi yang mengancam jiwa seperti perdarahan, ascites(cairan dalam perut),kanker hati atau anda dapat mengalami penurunan kesadaran. Pada hepatitis B, kanker hati dapat terjadi sebelum terjadinya sirosis. Penting bagi anda untuk melindungi diri anda sendiri dari berbagai virus ini. Lakukan hubungan seks yang aman dan jangan menggunakan sikat gigi,pisau cukur,jarum suntik secara bersama-sama,atau alat medis yang tidak steril. sering kali kita sulit membedakan kedua jenis virus ini.

Berikut adalah perbedaanya :
1. Ada vaksin yang dapat melindungi kita dari penyakit hepatitis B, namun belum ada vaksin untuk hepatitis C.
2. Kedua virus dapat ditularkan melalui kontak darah.
3. Hepatitis B lebih infeksius daripada hepatitis C dan dapat juga menyebar melalui cairan tubuh lainnya seperti air liur, cairan mani dan vagina.
4. Pada kasus hepatitis B, infeksi dapat terjadi melalui hubungan seks yang dilakukan tanpa perlindungan dengan orang yang telah terinfeksi, pada hepatitis C jarang terjadi.
5. Walaupun jarang terjadi, hepatitis B dapat menular melalui ciuman, sedangkan hepatitis C tidak.
6. Kedua virus ini tidaklah mudah menyebar melalui kontak yang terjadi pada aktifitas sehari-hari. Anda tidak dapat terinfeksi melalui jabat tangan,batuk atau bersin,atau menggunakan kamar mandi bersama. Pakaian pasien yang terinfeksi dapat dicuci seperti biasa.
7. Terdapat perbedaan pengobatan untuk kedua virus ini. Pengobatan dapat mengontrol hepatitis B kronik dan dapat menyembuhkan hepatitis C.

Pola hidup sehat merupakan hal yang penting. Minuman alkohol, merokok, makan makanan berlemak, diet ekstrim (sama sekali tidak makan), atau berat badan berlebih dapat memperburuk pasien hepatitis, oleh karena itu harus  dihindari. Perbanyak buah dan sayuran,kontrol berat badan.

Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh anda. Hati berada pada rongga perut bagian kanan atas. Hati memiliki fungsi seperti : menyaring racun dari darah, membantu pencernaan makanan,menyimpan vitamin,mineral dan glukosa, dan menghasilkan berbagai protein penting serta mendukung sistem imun dan membantu penyembuhan luka.

Apakah Hepatitis B ?
Hepatitis B adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Sembilan dari sepuluh orang dewasa yang baru terkena infeksi hepatitis B (akut) dapat sembuh dengan sendirinya dalam enam bulan pertama. Setelah sembuh mereka biasanya memiliki imunitas terhadap hepatitis B selama hidupnya. Akan tetapi bila infeksi menetap lama (kronik) maka ia dapat menyebabkab jaringan parut pada hati (sirosis) dan kanker hati 40 taun kemudian, tetapi beberapa kasus dapat juga terjadi dalam waktu 5 tahun setelah terinfeksi. Keadaan ini dapat mengancam jiwa.
Bayi dan anak-anak,pasien penyakit kronik, usia lanjut dan pasien HIV memiliki resiko lebih besar untuk mengalami hepatitis B kronik. Sembilan dari sepuluh bayi yang terinfeksi akan menjadi carrier (pembawa) penyakit dalam jangka waktu lama. Pasien HIV dan pasien yang membutuhkan kemoterapi atau obat untuk menekan kekebalan tubuh (pasca transpalntasi) sebaiknya berhati-hati jika mereka pernah terinfeksi hepatitis B, bahkan bila mereke telah bersih dari virus ini. Bila sistem imun tubuh sangat lemah, virus hepatitis B dapat aktif kembali. Pasien seperti ini sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk pengobatan anti virus untuk mencegah kambuhnya hepatitis B yang pernah mereka alami.

Bagaimana anda terinfeksi hepatitis B ?
Hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya (cairan sperma,cairan vagina,dan air liur) dari orang yang terinfeksi. Jalur utama penularan adalah melalui hubungan seksual,penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi,pisau cukur,sikat gigi dan alat medis bersama, dan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi yang baru dilahirkan.

Diagnosis hepatitis B
Terlebih dahulu melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya antigen permukaan hepatitis B (HBsAg). Antigen permukaan hepatitis B adalah bagian dari virus hepatitis B dan biasanya akan muncul dalam darah pada saat enam hingga dua belas minggu setelah terinfeksi. Bila hasil test positif berarti anda menderita hepatitis B. Dalam kasusu ini dokter akan melakukan test lebih lanjut untuk mengecek apakah infeksi hepatitis B tersebut infeksi baru atau lama, apakah berbahaya terhadap tubuh atau tidak. Bila anda telah sembuh atau telah divaksinasi hepatitis B maka hasil test darah akan menunjukkan adanya antibody terhadap hepatitis B (anti HBs). Jika anda memiliki anti HBs berati anda sehat dan terlindungi terhadap infeksi hepatitis B.

HBs-antigen = kabar buruk (anda terinfeksi)
Anti-HBs = Kabar baik( anda terlindungi)

Gejala hepatitis B :
Pada kasus infeksi baru, sebagian besar penderita tidak memiliki gejala sama sekali. Satu dari tiga penderita dapat memiliki gejala seperti flu, tinja berwarna seperti tanah liat,urine berwarna gelap,demam,mata dan kulit kekuningan. Pada kasusu infeksi kronik, sebagian besar pasien tidak memiliki gejala sama sekali hingga terjadi sirosis atau kanker hati. Gejala yang sering muncul pada pasien hepatitis B kronik adalah merasa sangat lelah.

Kelompok beresiko.
Orang yang berada dalam komunitas dimana resiko penularan hepatitis B sangat tinggi seperti petugas medis yang sering menggunakan alat-alat medis yang tidak distrerilisasi dengan baik. Pasangan seksual beresiko dan anggota keluarga dekat dari orang yang terinfeksi, bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B atau pemakai obat terlarang yang menggunakan jarum suntik,sendok, pipet secara bersama-sama.

Cara melindungi diri dari hepatitis B
Vaksin yang aman dan efektif terhadap hepatitis B telah tersedia dan dapat memberikan perlindungan yang terbaik. Ketika seorang ibu yang mengidap hepatitis B melahirkan bayinya, maka vaksinasi (aktif dan pasif) yang diberikan dalam beberapa jam awal setelah bayi dilahirkan dapat melindungi sembilan dari sepuluh bayi agar tidak terinfeksi. Vaksinasi direkomendasikan oleh WHO untuk bayi, anak-anak dan remaja dan juga semua orang dewasa yang beresiko tinggi.
Bila anda belum mengidap hepatitis B, maka vaksin dapat melindungi anda. Vaksin sebaiknya diberikan tiga kali agar efektif, dosis kedua adalah satu bulan dari dosis pertama dan dosis ketiga adalah enam bulan kemudian.

Pengobatan Hepatitis B
Beberapa pasien Hepatitis B membutuhkan pengobatan segera, sedangkan sebagian lainnya mungkin lebih baik menunggu. Dokter akan menentukan pengobatan dan memonitor kondisi anda. Hepatitis B akut tidak selalu diperlukan pengobatan dalam enam bulan pertama. Sembilan dari sepuluh infeksi baru yang terjadi pada orang dewasa akan hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Pada tahap awal ini pengobatan tidak berpengaruh terhadap kesembuhan. Obat anti virus hanya diperlukan dan membantu pada beberapa kasus saja (1 diantara 100), bila infeksi akut menyebabakan inflamasi hati yang sangat agresif.

Hepatitis B kronik, beberapa pasien membutuhkan pengobatan sedangakan sebagian lainnya menunggu. Pengobatan tidak selalu menyembuhkan hepatitis B, tetapi dapat mengubah infeksi yang agresif menjadi ringan, sehingga dapat menghentikan kerusakan hati. Bila infeksi diperkirakan ringan, maka lebih baik memantaunya terlebih dahulu dan pertimbangkan untuk pengobatan kemudian. Hepatitis B kronik dapat diobati dengan peg-interferon atau dengan pil yang disebut analog nukleosida atau nukleotida.

Peg-interferon alfa dikemas dalam bentuk suntikan dan bekerja menstimulasi sistem imun untuk melawan virus. Obat ini memiliki efek samping diantaranya fatigue, gejala yang menyerupai flu,depresi,masalah kulit dan rambut dan perubahan zat dalam darah. Pengobatan berlanjut selama 48 minggu, dan tidak semua pasien hepatitis B memberikan respon baik terhadap interferon. Pasien dengan genotip A atau B, HbeAg positif,peningkatan enzim hati tetapi tanpa sirosis, keadaan ini sering kali berhasil menurunkan infeksi virus menjadi lebih ringan. Dokter perlu memantau pengobatan interferon secara ketat. Pengobatan dengan interferon tidak boleh digunakan bila pasien telah mengalami sirosis hati.

Analog Nukleosida dan Nukleotida dikemas dalam bentuk pil. Obat ini mengehentikan replikasi virus. Obat ini memiliki efek samping sangat sedikit dan bahkan pasien dengan sirosis hati dapat menggunakan obat ini. Akan tetapi pasien harus meminum obat ini setiap hari selama beberapa tahun dan bahkan seumur hidup. Bila virus menjadi resisten terhadap salah satu jenis pil, maka pengobatan menjadi tidak lagi bermanfaat dan obat lainnya yang berbeda harus ditambahkan kepada paduan obat agar virus dapat dikontrol kembali.

Dokter Harus memantau jumlah virus dalam tubuh (HBV DNA) untuk memastikan bahwa pengobatan masih bermanfaat. Ingatlah selalu untuk minum obat walaupun anda merasa sehat. Bila sering lupa atau menghentikan minum obat terlalu dini, maka penyakit ini dapat memburuk daripada sebelumnya. Pastikan obat ini selalu tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah selama beberapa tahun sebelum memulai pengobatan.

Seberapa luas penyebaran hepatitis B ?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa dua milyar orang telah tertular virus ini, dan 350 juta terinfeksi kronik. Sebanyak 500 - 700 ribu orang meninggal setiap tahunnya akibat hepatitis B.

Hepatitis C
Hepatitis C adalah peradangan hati yang disebabkan virus hepatitis C (HCV). Infeksi baru (akut) jarang menimbulkan gejala. Akan tetapi virus ini sering menetap dalam tubuh selama lebih dari enam bulan dan kemudian menetap lama (kronik). Empat dari lima penderita mengalami infeksi kronik. Hepatitis C kronik dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati setelah 15-30 tahun.

Diagnosis hepatitis C
Dokter terlebih dahulu akan mengecek antibodi HCV (anti HCV). Bila hasil test positif, ini berarti anda sedang terinfeksi virus tersebut atau sebelumnya pernah terinfeksi virus tersebut dan telah sembuh. Antibodi hepatitis C biasanya membutuhkan waktu tujuh hingga sembilan minggu untuk muncul dalam darah setelah terinfeksi. Bila sistem imunitas melemah (misalnya karena HIV) maka tubuh akan memerlukan waktu lebih lama untuk menghasilkan antibodi HCV atau tidak dapat menghasilkan antibodi.
Bila test pertama positif, maka dokter akan meminta test lebih lanjut untuk memastikan keberadaan virus (HCV RNA). Bila hasil test positif berarti kita sedang menderita hepatitis C. Antibodi akan menetap dalam tubuh anda bahkan bila anda telah sembuh dari hepatitis C.

Bagaimana kita dapat terinfeksi hepatitis C ?
Virus hepatitis C menyebar melalui darah yang terkontaminasi. Darah dan produk darah seringkali menjadi sumber infeksi di negara maju sebelum tahun 1991, dan saat ini masih merupakan resiko di negara berkembang. Alat medis dan peralatan perawatan gigi yang tidak disterilkan seringkali merupakan sumber infeksi di negara dengan standar hygiene rendah. hepatitis juga dapat ditularkan melalui penggunaan bersama peralatan pribadi seperti sikat gigi,pisau cukur atau gunting.

Terdapat kemungkinan terinfeksi hepatitis C melalui seks, walaupun lebih jarang daripada hepatitis B. Resiko penularan melalui seksual lebih tinggi ketika sedang menstruasi dan melakukan aktifitas seksual dengan resiko tinggi perlukaan (contohnya hubungan seks anal tanpa pelindung) dimana perdarahan dapat terjadi. Ibu dengan hepatitis C positif dapat menginfeksi bayinya saat melahirkan, tetapi hal ini hanya terjadi pada sekitar satu dari 20 kasus. Operasi seksio sesarea tidak mengurangi resiko ini.

Kelompok beresiko
Orang yang menerima darah atau produk darah yang tidak diperiksa terlebih dahulu terhadap adanya virus hepatitis C (di negara-negara maju sebelum tahun 1991). Petugas medis yang kontak dengan darah atau produk darah, bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi atau orang yang menggunakan obat injeksi dan dan hirup terlarang dan berbagi peralatan dengan orang yang terinfeksi. Penularan melalui hubungan seksual jarang terjadi kecuali memiliki perilaku risiko tinggi dan penderita HIV.

Bagaimana anda dapat melindungi diri?
Belum ada vaksin untuk pencegahan hepatitis C. Darah dan produk darah diperkirakan aman di negara maju sejak tahun 1992, tetapi pasien masih memiliki resiko di negara berkembang. sterilkan peralatan medis dan peralatan perawatan gigi dan jangan pernah berbagi jarum suntik. Jangan berbagi peralatan pribadi (sikat gigi, pisau cukur atau gunting). Gunakan alat perlindungan diri ( sarung tangan) bila pekerjaan anda harus kontak dengan darah.

Gejala hepatitis C
Banyak penderita hepatitis C akut tidak merasakan gejala apapun. Gejala yang timbul antara lain fatigue (rasa lemas), gejala menyerupai flu, tinja berwarna seperti tanah liat,urin berwarna gelap, demam atau kulit dan mata berwarna kekuningan. Hepatitis kronik juga dapat menyebabkan gejala diluar hati seperti depresi atau nyeri sendi.

Pengobatan hepatitis C
Interferon alfa terpegilasi dan ribavirin dapat menyembuhkan sebagian pasien hepatitis C. Seorang pasien dikatakan sembuh bila tidak lagi terdapat virus dalam darahnya setelah enam bulan pengobatan. Hal ini berbeda dengan terapi hepatitis B, dimana pengobatan hepatitis B dapat mengontrol virus dan bukan menyembuhkan. Interferon dikemas dalam bentuk injeksi dan ribavirin dalam bentuk pil. Dalam pengobatan dapat terjadi efek samping seperti fatigue, gejala menyerupai flu, depresi, masalah rambut dan kulit dan perubahan zat-zat dalam darah. Oleh karena itu, pengobatan sebaiknya dipantau oleh dokter yang berpengalaman.

Durasi pengobatan dapat berbeda antara pasien satu dengan yang lainnya. Pasien biasanya membutuhkan 24-48 minggu pengobatan, tetapi ada juga yang direkomendasikan 72 minggu (jarang terjadi). Terdapat beberapa sub tipe virus hepatitis C, yang disebut genotipe. Perbedaan tersebut tidak mempengaruhi perjalanan penyakit, tetapi memberikan respon pengobatan yang berbeda. Pasien yang terinfeksi dengan genotipe 1,4,5 dan 6 lebih sulit untuk sembuh daripada yang terinfeksi dengan genotipe 2 dan 3.

Terdapat sejumlah pengobatan hepatitis C baru yang sedang dikembangkan. Generasi pertama obat-obatan baru ini akan digunakan dalam kombinasi dengan interferon alfa terpegilasi dan ribavirin. WHO memperkirakan hingga 170 juta orang terinfeksi hepatitis C kronik dan lebih dari 350 ribu orang diperkirakan meninggal akibat penyakit hati yang berkaitan dengan hepatitis C setiap tahunnya.

Referensi: WHO Executive Board (2009) viral hepatitis.
www.worldhepatitisday.info (28 July)
www.worldhepatitisalliance.org
Dari berbagai sumber.


Jumat, 10 Juli 2020

Cara Menjaga Agar Otak Tak Gampang Pikun

Vemale.com .

Sebagaimana organ tubuh yang lain, otak juga akan mengalami penurunan fungsi seiring dengan bertambahnya usia. Namun ada cara untuk menghambat penurunan fungsi otak, yaitu dengan membuat otak tetap aktif bekerja. Menurut sebuah survey yang dilakukan di Amerika, ternyata kesibukan sehari-hari berhubungan erat dengan kesehatan otak.

Survey yang dilakukan terhadap 3000 orang lebih di Dallas Lifespan Brain Study ini
melibatkan orang-orang berusia antara 50-89 tahun,  menyimpulkan bahwa aktivitas yang padat ternyata bermanfaat untuk menjaga otak dewasa muda maupun lanjut usia.

Akan tetapi aktifitas yang terlalu berat dan terus-menerus bisa berdampak buruk terhadap otak. Hal yang terbaik adalah mengimbangi dengan makanan yang sehat dan rekreasi, cukup istirahat dan berolah raga teratur. Jangan lupa ! lakukan hal-hal yang menyenangkan setiap hari.