Selasa, 11 Agustus 2026

Mengapa Telinga Sering Berkerak dan cepat Kotor?

 

Lubang telinga yang terasa berkerak, kering, dan mengelupas sendiri itu keluhan yang cukup umum. Di dalam liang telinga memang ada kelenjar minyak dan kelenjar serumen (kotoran telinga), jadi kulit di sana bisa mengalami masalah yang sama seperti kulit di bagian tubuh lain.

Beberapa penyebab paling sering:

1. Penumpukan serumen / kotoran telinga yang kering. Serumen normalnya lembab dan akan keluar sendiri. Kalau sudah sangat kering, dia jadi seperti serpihan kerak, warnanya kuning kecoklatan, kadang gatal dan rontok sendiri.

2. Dermatitis seboroik

Ini seperti ketombe, tapi terjadi di telinga. Kulit memproduksi minyak berlebih, lalu jadi kerak berminyak, kekuningan, mudah mengelupas. Biasanya orangnya juga ada ketombe di kepala atau alis berminyak.

3. Eksim liang telinga / otitis eksterna kronis

Kulit jadi sangat kering, gatal, merah, mengelupas halus seperti kulit kering. Sering dipicu kebiasaan mengorek telinga pakai cotton bud, earphone dipakai lama, air sabun/shampo yang mengiritasi, atau alergi.

4. Infeksi jamur (otomikosis)

Kalau sering telinga lembab, keraknya bisa agak putih kehitaman, seperti bubuk, disertai rasa gatal yang dalam dan rasa penuh di telinga.

5. Kulit memang kering

Kurang kelembaban, sering di AC, atau kebiasaan membersihkan telinga terlalu agresif sampai lapisan pelindung kulitnya hilang.

Yang perlu kamu perhatikan, kapan harus periksa ke dokter THT:

• ada rasa nyeri, bengkak, keluar cairan kuning/hijau berbau 

• pendengaran jadi berkurang / berdenging 

• gatalnya sangat hebat dan tidak membaik lebih dari 1 minggu 

• keraknya berdarah saat terkelupas 

• terjadi di dua telinga dan berulang terus 

Untuk sementara, jangan lakukan ini:

• Jangan dikorek dengan cotton bud, kuku, peniti, atau ear candle. Itu justru mendorong kerak makin dalam dan bikin kulit makin iritasi. • Jangan teteskan minyak, alkohol, atau obat tetes apapun tanpa pemeriksaan. 

Yang bisa kamu coba di rumah:

• Jaga telinga tetap kering, tapi jangan terlalu agresif dibersihkan. Setelah mandi, miringkan kepala supaya air keluar, lap bagian luar daun telinga saja. 

• Kurangi pemakaian earphone / earplug dalam waktu lama. 

• Kalau kulit kepalamu juga berketombe, atasi ketombenya dulu dengan shampo anti-ketombe, karena sering berhubungan. 

• Jangan garuk meski gatal. 

Kalau ini sudah lama berulang, langkah paling aman adalah periksa langsung ke dokter THT. Dokter bisa lihat dengan alat khusus apakah itu hanya kulit kering, eksim, atau jamur, lalu membersihkan kerak dengan aman dan memberi tetes atau salep yang sesuai.

Boleh cerita sedikit lebih detail? Misalnya:

• gatal tidak? 

• ada riwayat ketombe / alergi? 

• kamu sering pakai cotton bud atau earphone? 

Itu akan membantu mengarahkan kemungkinan penyebabnya, tapi tetap diagnosis pastinya perlu pemeriksaan langsung ya.

Apa Penyebab Stunting dan Bagaimana Mencegahnya?


Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak. Ciri utamanya tinggi badan anak jauh lebih pendek dari anak seusianya.

Ini bukan cuma "anak pendek" biasa ya. Stunting juga bikin perkembangan otak terhambat, gampang sakit, dan produktivitas rendah saat dewasa.

1. Apa penyebab stunting?

Penyebabnya banyak faktor dan saling terkait. Bisa dibagi 3 periode:


A. 1000 Hari Pertama Kehidupan - HPK

Ini periode emas: dari hamil sampai anak umur 2 tahun. Kalau terganggu di sini, efeknya permanen.


1. Saat Hamil

   - Ibu hamil KEK = Kurang Energi Kronis / anemia

   - Ibu hamil remaja <20 tahun, jarak kehamilan terlalu dekat

   - Ibu tidak cukup makan makanan bergizi

   - Ibu merokok/alkohol

2. Saat Bayi Lahir - 2 Tahun

   - MPASI telat & tidak bergizi: Cuma dikasih bubur, tidak ada protein hewani

   - Tidak ASI Eksklusif 6 bulan: Bayi kekurangan zat penting

   - Infeksi berulang: Diare, ISPA, cacingan → makanan tidak terserap

   - Sanitasi buruk: Air kotor, tidak ada jamban → anak sering sakit perut


B. Faktor Lain

1. Pola Asuh: Tidak tahu cara beri makan yang benar, tidak stimulasi

2. Ketahanan Pangan: Keluarga miskin, susah akses makanan bergizi

3. Lingkungan: Tidak ada air bersih, jamban, sampah sembarangan

4. Faktor Genetik: Tapi ini cuma 20%. 80% karena gizi & lingkungan


2. Bagaimana mencegahnya?

Kuncinya: Cegah dari sebelum hamil sampai anak 2 tahun. 


A. Untuk Calon Ibu & Ibu Hamil

1. Cegah nikah & hamil dini< 20 tahun

2. Rutin cek ke Puskesmas: Minum Tablet Tambah Darah TTD 1x sehari

3. Makan 3x sehari + lauk protein: Telur, ikan, ayam, tempe, tahu

4. Jaga jarak kehamilan minimal 2 tahun


B. Untuk Bayi 0-6 Bulan

1. ASI Eksklusif 6 bulan. Tidak ada makanan/minuman lain kecuali obat & vitamin

2. IMD: Inisiasi Menyusu Dini 1 jam setelah lahir

3. Posyandu rutin buat cek BB dan TB


C. Untuk Anak 6-24 Bulan

Ini masa paling rawan. Aturannya MPASI 4 Bintang: 

1. Makanan Pokok: Nasi, kentang, mie

2. Lauk Protein Hewani WAJIB: Telur, ikan, ayam, daging. 1-2x sehari

3. Lauk Protein Nabati: Tempe, tahu, kacang-kacangan  

4. Sayur & Buah: Untuk vitamin & serat

5. Lemak tambahan: Minyak, santan sedikit


Tips: 1 telur sehari itu paling gampang dan murah buat cegah stunting.

D. Faktor Pendukung

1. Sanitasi: Pakai jamban sehat, cuci tangan pakai sabun, air bersih

2. Imunisasi Lengkap: Biar tidak gampang sakit

3. Obat cacing 6 bulan sekali untuk anak >2 tahun

4. Stimulasi: Ajak ngobrol, main, baca buku biar otak tumbuh

3. Ciri anak stunting

1. TB/U di bawah garis merah di KMS

2. Pertumbuhan melambat

3. Gampang sakit

4. Kurang fokus & belajar


Kalau curiga anak stunting, langsung bawa ke Puskesmas. Di sana ada program Pendampingan Keluarga gratis.


Kesimpulan Simpel

Rumus cegah stunting = ASI + MPASI Bergizi + Sanitasi + Cek Kesehatan Rutin.


Telat 1-2 tahun di awal kehidupan, susah dikejar lagi saat dewasa. Makanya pemerintah fokus banget di 1000 HPK.


Kamu mau tanya untuk pencegahan pada bayi, anak balita, atau ibu hamil? Atau mau contoh menu MPASI anti stunting yang murah?