Lubang telinga yang terasa berkerak, kering, dan mengelupas sendiri itu keluhan yang cukup umum. Di dalam liang telinga memang ada kelenjar minyak dan kelenjar serumen (kotoran telinga), jadi kulit di sana bisa mengalami masalah yang sama seperti kulit di bagian tubuh lain.
Beberapa penyebab paling sering:
1. Penumpukan serumen / kotoran telinga yang kering. Serumen normalnya lembab dan akan keluar sendiri. Kalau sudah sangat kering, dia jadi seperti serpihan kerak, warnanya kuning kecoklatan, kadang gatal dan rontok sendiri.
2. Dermatitis seboroik
Ini seperti ketombe, tapi terjadi di telinga. Kulit memproduksi minyak berlebih, lalu jadi kerak berminyak, kekuningan, mudah mengelupas. Biasanya orangnya juga ada ketombe di kepala atau alis berminyak.
3. Eksim liang telinga / otitis eksterna kronis
Kulit jadi sangat kering, gatal, merah, mengelupas halus seperti kulit kering. Sering dipicu kebiasaan mengorek telinga pakai cotton bud, earphone dipakai lama, air sabun/shampo yang mengiritasi, atau alergi.
4. Infeksi jamur (otomikosis)
Kalau sering telinga lembab, keraknya bisa agak putih kehitaman, seperti bubuk, disertai rasa gatal yang dalam dan rasa penuh di telinga.
5. Kulit memang kering
Kurang kelembaban, sering di AC, atau kebiasaan membersihkan telinga terlalu agresif sampai lapisan pelindung kulitnya hilang.
Yang perlu kamu perhatikan, kapan harus periksa ke dokter THT:
• ada rasa nyeri, bengkak, keluar cairan kuning/hijau berbau
• pendengaran jadi berkurang / berdenging
• gatalnya sangat hebat dan tidak membaik lebih dari 1 minggu
• keraknya berdarah saat terkelupas
• terjadi di dua telinga dan berulang terus
Untuk sementara, jangan lakukan ini:
• Jangan dikorek dengan cotton bud, kuku, peniti, atau ear candle. Itu justru mendorong kerak makin dalam dan bikin kulit makin iritasi. • Jangan teteskan minyak, alkohol, atau obat tetes apapun tanpa pemeriksaan.
Yang bisa kamu coba di rumah:
• Jaga telinga tetap kering, tapi jangan terlalu agresif dibersihkan. Setelah mandi, miringkan kepala supaya air keluar, lap bagian luar daun telinga saja.
• Kurangi pemakaian earphone / earplug dalam waktu lama.
• Kalau kulit kepalamu juga berketombe, atasi ketombenya dulu dengan shampo anti-ketombe, karena sering berhubungan.
• Jangan garuk meski gatal.
Kalau ini sudah lama berulang, langkah paling aman adalah periksa langsung ke dokter THT. Dokter bisa lihat dengan alat khusus apakah itu hanya kulit kering, eksim, atau jamur, lalu membersihkan kerak dengan aman dan memberi tetes atau salep yang sesuai.
Boleh cerita sedikit lebih detail? Misalnya:
• gatal tidak?
• ada riwayat ketombe / alergi?
• kamu sering pakai cotton bud atau earphone?
Itu akan membantu mengarahkan kemungkinan penyebabnya, tapi tetap diagnosis pastinya perlu pemeriksaan langsung ya.

