Google

Selasa, 03 Mei 2016

Stabilkan Gula Darah dengan Cuka Apel dan Rebusan Kulit Manggis

Jakarta, Beberapa bahan alami seperti pare terbukti mampu membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Lantas, bagaiaman dengan cuka apel dan air rebusan kulit manggis? Apakah ampuh pula untuk menstabilkan gula darah?

"Mengenai cuka apel, saya belum pernah tahu informasi mengenai cuka apel untuk diabetes," ungkap dr Mangatas Manalu SpPD dari RS Mayapada Lebak Bulus Jakarta Selatan di sela-sela Live Chat 'Bongkar Mitos Diabetes' yang digelar detikHealth dan detikForum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).

Meski begitu, dr Mangatas mengungkapkan pada dasarnya apel mengandung maltosa sejenis gula yang walaupun lambat, tetapi tetap akan menaikkan kadar gula darah. Terkait konsumsi cuka apel, dr Mangatas jsutru menyarankan cuka apel sebaiknya digunakan untuk mencoba meluruhkan batu empedu dengan diameter kecil. Baca selengkapnya...

Sabtu, 19 Maret 2016

Lupus Eritematosus

Lupus adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, atau disebut juga sebagai penyakit autoimune. Penyakit ini menyerang apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justeru menyerang tubuh pemiliknya. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan pada jenis Eritematosus Sistemik (SLE) atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Selain jenis tersebut, terdapat beberapa jenis penyakit lupus lainnya, seperti Neonatal Lupus (lupus yang terjadi pada bayi) dan drug inducted lupus (lupus yang disebabkan oleh penggunaan obat).

Pengidap lupus akan mengalami serangan dari sel antibodi dari dalam tubuh sendiri. Pada bentuk yang sistemik (SLE), serangan lupus juga dapat mempengaruhi organ dalam manusia yang vital, seperti ginjal dan hati. Lupus ini dinilai paling berbahaya dibandingkan dengan jenis lainnya. Lupus neonatal pada bayi biasanya akan hilang dalam jangka waktu tertentu. Sementara lupus yang imbul akibat penggunaan obat akan hilang saat reaksi obat hilang dari tubuh.

Lupus lebih banyak diderita wanita daripada pria dengan perbandingan 9:1, karena faktor hormonal dan biasanya menjangkiti wanita muda. Penyakit ini suka "menyamar", sehingga seringkali dokter menyangka penyakit lainnya, tetapi yang tersering adalah adanya nyeri sendi. Saat ini tes untuk menentukan positif atau negatif atas lupus telah ada di banyak laboratorium klinik.

Penyakit lupus diduga dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal tubuh manusia dan lingkungan. Secara umum, faktor penyebab pasti timbulnya penyakit lupus belum diketahui.

Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih beresiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.

Penyebab eksternal lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti serangkaian atau satuan penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi yang akhirnya menyerang jaringan tubuh. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:
  1. Stress berlebihan.
  2. Penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin, ampicilin
  3. Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu
  4. Obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim dan septra, silsoxazole, tolbutamide.

Rabu, 20 Januari 2016

Triase Gawat Darurat

Anda tentu Pernah sakit dan harus masuk ruang IGD (Instalasi gawat  darurat) dan tidak langsung mendapatkan penanganan atau anda pernah melihat orang lain yang dilayani duluan?. Jika anda pernah mengalami dan tidak langsung mendapatkan perawatan kesehatan dikarenakan ada pasien lain
yang mengalami penyakit yang lebih serius dan membutuhkan pertolongan segera. Ini adalah prinsip Triase yang merupakan salah satu metode pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) dimana mereka harus mendahulukan pelayanan untuk pasien yang terancam jiwa atau beresiko kecacatan.

Triase/Triage adalah proses memilah dan memilih pasien berdasarkan beratnya penyakit,menentukan prioritas perawatan gawat medik serta prioritas transportasi. Artinya memilih berdasarkan prioritas dan penyebab ancaman hidup. Triase juga merupakan suatu sistem yang digunakan dalam mengidentifikasi korban dengan cedera yang mengancam jiwa untuk kemudian diberikan prioritas untuk dirawat atau dievakuasi ke fasilitas kesehatan.

Tujuan Triase perawatan gawat darurat :

1. Untuk mengidentifikasi dengan cepat korban yang memerlukan stabilisasi segera.
2. Untuk mengidentifikasi korban yang hanya dapat diselamatkan dengan pembedahan.
3. Untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa dan kecacatan.

Triase dilakukan berdasarkan observasi Terhadap 3 hal, yaitu :

1. Pernafasan ( respiratory)
2. Sirkulasi (perfusion)
3. Status Mental (Mental State)

Dalam pelaksanaannya biasanya dilakukan Tag label Triase (Label Berwarna) yang dipakai oleh petugas triase untuk mengidentifikasi dan mencatat kondisi untuk tindakan medis terhadap korban.

Pengelompokan Triase berdasarkan Tag label :

1. Prioritas Nol (Hitam)
Pasien meninggal atau cedera Parah yang jelas tidak mungkin untuk diselamatkan.

2. Prioritas Pertama (Merah)
Penderita Cedera berat dan memerlukan penilaian cepat dan tindakan medik atau transport segera untuk menyelamatkan hidupnya. Misalnya penderita gagal nafas, henti jantung, Luka bakar berat, pendarahan parah dan cedera kepala berat.

3. Prioritas kedua (kuning)
Pasien memerlukan bantuan, namun dengan cedera dan tingkat yang kurang berat dan dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat. misalnya cedera abdomen tanpa shok, Luka bakar ringan, Fraktur atau patah tulang tanpa Shok dan jenis-jenis penyakit lain.

4. Prioritas Ketiga (Hijau)
Pasien dengan cedera minor dan tingkat penyakit yang tidak membutuhkan pertolongan segera
serta tidak mengancam nyawa dan tidak menimbulkan kecacatan. Nah mungkin anda masuk dalam
kategori yang ini, jadi Jangan marah-marah dan jangan heran kenapa anda tidak langsung
mendapatkan perawatan di Ruang UGD sementara mereka harus menolong pasien lain yang lebih parah.

Triase diklasifikasikan menjadi : 

Triase di tempatDilakukan Di tempat korban di temukan atau pada tempat penampungan, triase ini dilakukan oleh tim pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke tempat pelayanan medik lanjutan.

Triase Medic
Dilakukan pada saat Korban memasuki Pos pelayanan medik lanjutan yang bertujuan untuk menentukan tingkat perawatan dan tindakan pertolongan yang di butuhkan oleh korban. Triase ini sering disebut dengan Triase Unit Gawat Darurat

Triase Evakuasi
Triase ini ditunjukkan pada korban yang dapat dipindahkan pada rumah sakit yang telah siap menerima korban. Contohnya Saat Tsunami, Gempa bumi, atau bencana besar lain.

Minggu, 17 Januari 2016

Perawatan Payudara

Tujuan utama perlunya perawatan payudara adalah :
a.    Menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
b.    Mengenyalkan puting susu sehingga tidak mudah lecet
c.    Menonjolkan puting susu
d.    Menjaga bentuk payudara tetap bagus
e.    Mencegah terjadinya penyumbatan
f.    Memperbanyak produksi ASI
g.    Mengetahui adanya kelainan

Pelaksanaan perawatan payudara 
 
a.    Persiapan alat :
•    Baby oil secukupnya
•    Kapas secukupnya
•    Waslap 2 buah
•    Handuk bersih
•    2 baskom berisi air ( hangat dan dingin )
•    BH yang bersih dan terbuat dari katun

b.    Persiapan ibu :
•    Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir dan keringkan dengan handuk
•    Baju ibu bagian depan dibuka
•    Pasang handuk

c.    Pelaksanaan :
•    Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3 – 4 menit. Kemudian bersihkan dengan kapas minyak.
•    Pengenyalan yaitu puting susu di pegang dengan ibu jari dan jari telunjuk diputar ke dalam 20x keluar 20x
•    Penonjolan puting susu yaitu :
a)    Puting susu cukup ditarik sebanyak 30 x
b)    Dirangsang dengan menggunakan waslap
c)    Memakai puting susu
•    Pemijatan payudara
-    Telapak tangan diberi baby oil kemudian ratakan
-    Peganglah payudara kemudian diurut dari pangkal ke puting susu sebanyak 30x
-    Pijatlah puting susu pada daerah areola mammae untuk mengeluarkan colostrum
-    Bersihkan payudara dengan air bersih memakai waslap.

Perangsangan payudara
    Setelah selesai pemijatan, payudara disiram degan air hangat dan dingin secara bergantian selama ±5 menit ( air hangat dahulu kemudian air dingin )Kemudian pakailah BH yang menyangga payudara. Diharapkan degan melakukan perawatan payudara, baik sebelum maupun sesudah melahirkan, proses laktasi dapat berlangsung dengan sempurna.

Rabu, 13 Januari 2016

Stroke

Adalah terjadinya gangguan fungsional otak sebagian maupun secara keseluruhan secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak.

Gejala Stroke :

Stroke adalah serangan otak yang secara umum mempunyai 5 tanda-tanda utama yaitu :
  1. Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemes pada muka, tangan atau kaki terutama pada satu bagian tubuh saja.
  2. Rasa bingung mendadak, sulit bicara atau sulit mendengar.
  3. Satu atau kedua mata mendadak kabur.
  4. Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan.
  5. Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebabnya.
Selain itu muncul tanda lainnya berupa rasa mual, panas da sering muntah-muntah, rasa pingsan mendadak
atau merasa kehilangan kesadaran mendadak. Berdasarkan penyebabnya stroke dapat dibedakan menjadi 2 jenis :
1. Stroke Hemoragik (Perdarahan)
Yaitu pecahnya pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke
dalam satu daerah di otak dan merusaknya.
2. Stroke Iskemik (penyumbatan)
Yaitu aliran darah terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah sehingga aliran darah tidak lancar. Stroke dapat menyerang siapa saja baik laki-laki maupun
perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin.

Faktor resiko :

Faktor yang dapat dirubah          Faktor yang tidak dapat dirubah
--------------------------          -------------------------------
Hipertensi                                   Usia
Diabetes Melitus                         Jenis kelamin
Dislipidemia                                Ras
Merokok                                    Riwayat Keluarga
Obesitas                                     Riwayat stroke sebelumnya

Cara pencegahan :
1. Menjaga pola hidup dengan membatasi makan makana yang berlemak dan mengurangi
konsumsi garam.
2. Melakukan pemeriksaan tensi darah secara rutin
3. Tidak merokok dan minum minuman beralkohol
4. Olah raga teratur atau perbanyak aktifitas fisik
5. Hindari berat badan berlebih (obesitas)
6. Mengendalikan Hipertensi, diabetes melitus dan penyakit jantung
7. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang (sayur, buah-buahan,daging,ikan)
8. Perbanyak informasi mengenai penyakit stroke, cara pencegahan dan penanggulangan.